Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan pasokan minyak mentah atau crude dari Nigeria sudah tiba di Indonesia, sebagai bagian dari upaya Indonesia melakukan diversifikasi sumber minyak mentah.

“Sudah ada yang terealisasi. (Dari Nigeria) sudah jalan. Sudah ada (yang tiba),” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu.

Laode menyampaikan Indonesia sudah mendapatkan pemasok minyak mentah dari negara-negara yang tidak perlu melewati Selat Hormuz. Hingga saat ini, Selat Hormuz masih ditutup sebagai dampak dari perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran.

Selat Hormuz menangani 20 persen pengiriman minyak global dan 80 persen perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) untuk Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Oleh karena itu, Indonesia mulai mencari alternatif sumber minyak lainnya. Laode menyampaikan terdapat tiga negara yang menjadi alternatif sumber minyak mentah dengan volume yang besar, yakni Rusia, Amerika Serikat, dan Nigeria.

“Sementara itu sih yang saya tahu saat ini, karena angkanya besar-besar. Kalau yang lain kecil-kecil pasti di negara lain juga. Kan di Angola kayak gitu, di negara-negara Afrika,” ucap Laode.

Dalam kesempatan tersebut, ia sekaligus menyampaikan bahwa stok energi di Indonesia, baik minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), maupun LPG, dalam kondisi yang aman.

Laode menegaskan komitmen pemerintah dalam menjamin ketersediaan stok bahan bakar untuk melayani masyarakat.

“Pak Menteri (ESDM Bahlil Lahadalia) kan kalau ditanya tuh beliau menceritakan bahwa kita setiap hari itu kadang harus begadang-begadang untuk ngejar stok itu biar sesuai. Itu yang kami lakukan biar masyarakat tetap bisa terlayani,” ujar Laode.

Sebelum pecahnya perang antara AS-Israel dengan Iran, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan sekitar 20 persen impor minyak mentah Indonesia sebelumnya berasal dari Timur Tengah.

Pemerintah telah menyiapkan alternatif pasokan dari negara lain merespons gejolak geopolotik yang terjadi di Timur Tengah, seperti dari Angola, Nigeria, Brazil, Amerika Serikat, hingga Rusia.

Pada pertengahan April 2026, Bahlil melakukan negosiasi pembelian minyak mentah dan LPG dari Rusia dalam pertemuannya dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev di Rusia, Selasa (14/4).

Indonesia pun mendapatkan komitmen minyak mentah sebesar 150 juta barel dari Rusia dan akan dilakukan pengiriman secara bertahap hingga akhir 2026.

Baca juga: Purbaya: Insentif EV tekan impor BBM saat harga minyak global tinggi






Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kementerian ESDM sebut pasokan minyak mentah dari Nigeria sudah tiba