Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) mendorong hilirisasi hasil riset arkeologi, bahasa, dan sastra, guna memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan memajukan industri nasional.
Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian dalam kegiatan "BRIN Goes To Industry 4" di Jakarta, Selasa, memaparkan riset kebudayaan yang terintegrasi dengan kebutuhan industri memiliki potensi nilai ekonomi yang sangat menjanjikan di pasar global.
"Perlu mendapatkan umpan balik dari industri untuk meningkatkan kualitas riset dan inovasi yang sedang dan yang telah dihasilkan supaya memenuhi kebutuhan industri," katanya.
Amarulla mengungkapkan catatan positif transaksi berbasis bahan baku lokal melalui fasilitas pameran internasional Inacraft 2024 yang berhasil melampaui angka Rp100 miliar. Selain itu pameran Ambiente 2024 di Jerman juga mencatatkan penawaran hingga ratusan ribu dolar AS.
Ia menambahkan hilirisasi yang berorientasi pada penciptaan produk inovatif mutakhir ini selaras dengan pilar strategi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dalam mencetak sumber daya manusia berdaya saing global.
Merespons potensi besar tersebut, Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha menyatakan dukungan penuhnya terhadap pemanfaatan aset budaya sebagai motor penggerak ekonomi kreatif masa depan.
Giring menegaskan aset-aset bersejarah seperti museum, cagar budaya, dan situs candi, tidak boleh lagi sekadar menjadi monumen mati yang sepi peminat. Kekayaan tersebut harus bertransformasi menjadi ruang edukasi, sekaligus sumber kesejahteraan ekonomi yang inovatif.
Eks vokalis band Nidji itu optimistis tren apresiasi karya lokal yang terus melonjak tajam, baik di sektor musik yang mendominasi 70 persen pendengar muda hingga tingginya penonton film nasional, menjadi momentum emas bagi kebangkitan industri kebudayaan.
"Karena masa depan kebudayaan tidak hanya berbicara tentang pelindungan tetapi juga tentang penciptaan," ujar Giring.
Giring memandang kebudayaan dan sejarah peninggalan leluhur sebagai source code atau kode sumber utama yang akan senantiasa menginspirasi para kreator, animator, komposer, hingga pemrogram (programmer) Tanah Air dalam melahirkan karya-karya berkelas dunia.
Melalui kolaborasi erat bersama lembaga riset ilmiah dan pihak swasta, lanjutnya, penciptaan karya kreatif berbasis kekayaan Nusantara ini diharapkan segera mewujudkan ekosistem kebudayaan nasional yang maju, kuat, serta bernilai ekonomi tinggi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BRIN-Kemenbud kolaborasi hilirisasi riset guna perkuat ekonomi kreatif