
Pohon waru perusak jalan ditebang

Jogja (ANTARA Jogja) - Pohon waru di Jalan Kenari, Kota Yogyakarta, ditebang karena ditengarai akarnya merusak jalan, termasuk saluran drainase yang ada di bawah jalan.
"Kami menebang sejumlah pohon waru di Jalan Kenari, karena akar pohon itu mendesak aspal dari bawah, dan kemudian menyebabkan jalan berlubang, dengan diameter sekitar satu meter," kata Pengawas Lapangan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta Muryono, di sela penebangan pohon tersebut, di Yogyakarta, Sabtu.
Menurut dia, pohon waru kurang baik digunakan sebagai pohon perindang karena akarnya bisa sangat besar dan merusak jalan seperti yang terjadi di Jalan Kenari tersebut, terlebih saluran drainase di jalan tersebut berusia tua sehingga rawan rusak.
Ia mengatakan, pihaknya akan mengganti dua pohon waru tersebut dengan pohon yang lebih tepat untuk perindang, yaitu pohon kenari sesuai dengan nama jalannya.
Sementara itu, satu pohon waru lainnya tersebut dipangkas karena sudah lapuk sehingga sangat rawan roboh terutama saat musim hujan.
"Kami pun rutin melakukan pemangkasan pohon, karena sebelumnya ada pohon tumbang di Museum Diponegoro. Saat musim hujan, kami juga melakukan pemangkasan pada Sabtu dan Minggu per dua pekan sekali," katanya.
Di Kota Yogyakarta terdapat sekitar 7.500 batang pohon perindang yang rawan roboh saat musim hujan sehingga perlu dilakukan pemangkasan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta Toto Suroto mengatakan, terdapat beberapa ruas jalan yang rawan ambles karena ada saluran drainase berusia tua yang ada di bawahnya, yaitu di Jalan Kenari dan Jalan Babaran. Saluran drainase itu dibuat sekitar 1980-an.
"Kami sudah mengajukan anggaran Rp13 miliar untuk perbaikan saluran drainase tua ini ke pusat karena jika dibebankan ke daerah akan sangat berat," katanya.
Toto menambahkan, saluran drainase di bawah kedua jalan tersebut tidak terbuat dari beton sehingga mudah ambrol, termasuk karena tingginya kepadatan arus lalu lintas di jalan itu.
"Kami tidak dapat memastikan titik-titik mana saja yang keropos, karena untuk mengetahuinya, semuanya harus dibongkar. Untuk membongkar, biayanya mahal," katanya.
Oleh karena itu, kata Toto, yang bisa dilakukan adalah melakukan perbaikan apabila ada kerusakan saja. Saat ini, pengguna jalan harus berhati-hati saat melintas di sekitar Jalan Kenari yang rusak karena hanya bisa dilalui satu ruas saja. (E013)
Pewarta :
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
