BPD DIY ditargetkan jadi bank devisa

id bank bpd diy

BPD DIY  ditargetkan jadi bank devisa

Bank BPD DIY (skyscrapercity.com)

Jogja (ANTARA) - Bank Pembanguan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ditargetkan menjadi bank devisa sekaligus meraih predikat "Regional Champion Bank", kata Gubernur provinsi itu Sri Sultan Hamengku Buwono X.

"Oleh karena itu, target pencapaian status badan hukum perseroan terbatas agar Bank Pembangunan Daerah (BPD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dapat menjadi bank devisa dan meraih Regional Champion Bank hendaknya menjadi perhatian dewan pengawas," katanya di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia saat melantik Dewan Pengawas BPD DIY periode 2012-2015, target yang harus dicapai itu semestinya sudah tertuang dalam rencana perusahaan. Dalam hal ini dewan pengawas dapat memberikan arahan.

Jika rencana perusahaan itu tercapai, kata dia, nilai kapitalisasi pasar BPD DIY diharapkan dapat meningkat tajam.

"Berkaitan dengan hal itu dewan pengawas diharapkan dapat memberikan arahan yang membawa BPD DIY dengan keunggulan daya saing sekaligus memperkuat kelembagaannya untuk meraih predikat Regional Champion Bank," ujarnya.

Ia mengemukakan, pejabat yang dilantik selain harus mampu memberikan kontribusi terhadap kegiatan pengawasan secara aktif, juga dapat mencermati "job description" yang telah ditetapkan sebagai landasan dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

Dewan pengawas, menurut dia, juga harus memiliki kemampuan mengakomodasi permasalahan yang ada dan mampu mencari solusi yang tepat, sehingga di masa mendatang BPD DIY memiliki kinerja yang lebih baik dengan meningkatkan prestasi dan inovasi.

"Saya berharap tugas yang diberikan dan menjadi tanggung jawab saudara pada jabatan yang telah dipercayakan dapat dilaksanakan dengan baik, jujur, ikhlas, dan penuh tanggung jawab," kata Sultan.

Dewan Pengawas BPD DIY periode 2012-2015 yang dilantik terdiri atas Ainun Naim sebagai ketua serta Djoko Susanto dan Bambang Wisnu Handoyo sebagai anggota.

(L.B015)


Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.