Jogja (ANTARA Jogja) - Tiga botol parfum menjadi bagian rangkaian replika bom di RS Sardjito yang dibawa perampok saat melakukan aksi perampokan di BRI Sardjito, Senin (16/7) pagi.
"Ada tiga botol parfum yang menjadi bagian dari rangkaian replika bom. Dua botol berwarna hitam dan satu botol berwarna jingga," kata Kepala Detasemen Gegana Brimob Polda DIY AKBP Maryono di Yogyakarta, Selasa.
Selain botol parfum, di dalam rangkaian replika bom tersebut juga terdapat kabel, jam digital, "panel switching", namun tidak ditemukan bahan peledak di dalamnya.
"Rangkaian bahan-bahan tersebut memang sudah menyerupai rangkaian bom yang sebenarnya. Hanya perlu ditambah bahan peledak sesuai peruntukannya," katanya.
Karena dari hasil foto sinar-X di lapangan bom Sardjito tersebut hampir menyerupai rangkaian bom yang sebenarnya, maka Gegana Brimob Polda DIY memutuskan untuk mengurai di lokasi.
Maryono meyakini, bom yang digunakan sebagai teror saat perampokan bank tersebut dirakit oleh orang-orang yang terlatih dan profesional.
"Modus perakitan bom seperti ini baru yang pertama kali ada di DIY," lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sub Detasemen Penjinak Bom Gegana Brimob Polda DIY AKP Suripto mengatakan, rangkaian replika bom di RS Sardjito tersebut tidak memenuhi dua unsur untuk disebut rangkaian bom, yaitu bahan peledak dan "power".
"Yang ada hanya `switching` dan inisiator saja sehingga tidak bisa disebut bom," katanya.
Selama proses penguraian, Suripto mengatakan, pelontar alat pengurai atau disrupter sempat terlontar ke plafon.
"Jam yang menjadi bagian dari rangkaian bom tidak bisa ditemukan," katanya.
Gegana Brimob Polda DIY kemudian meminta masyarakat untuk terus waspada dan berhati-hati serta langsung memberikan laporan apabila menemui hal yang mencurigakan.
(E013)
