Prospek Bahasa Mandarin di pariwisata bagus

id prospek bahasa mandarin

Prospek Bahasa Mandarin di pariwisata bagus

Ilustrasi Bahasa Mandarin (Foto deny-zulisetiawan.blogspot.com)

Jogja (ANTARA Jogja) - Prospek pengembangan bahasa Mandarin terkait dengan sektor pariwisata cukup bagus, kata Ketua Asosiasi Pendidik dan Pengembang Bahasa Mandarin Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta Nicodemus Sanny.

"Pada semester pertama tahun ini jumlah wisatawan China yang berkunjung ke Bali menempati posisi kedua setelah Australia. Kondisi itu juga terbuka dikembangkan di Yogyakarta sebagai kota pariwisata," katanya di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia di sela-sela Program Pelatihan Guru Mandarin, bahasa Mandarin dari waktu ke waktu menunjukkan perkembangan yang cukup pesat di Indonesia termasuk Yogyakarta.

"Meskipun jumlah sekolah di Yogyakarta yang membuka program studi atau jurusan dan pengajar bahasa Mandarin tidak sebanyak di kota-kota besar lain seperti Jakarta dan Surabaya tetapi perkembangannya cukup bagus," katanya.

Ia mengatakan, merebaknya sekolah bahasa Mandarin tersebut seiring dengan banyaknya perusahaan asing dan perusahaan China yang menanamkan modalnya di Indonesia.

"Di Yogyakarta memang belum sebanyak di Jakarta atau Surabaya untuk sekolah dan guru bahasa Mandarin, tetapi perkembangannya cukup pesat," katanya.

Menurut dia jenjang pendidikan yang mengajarkan bahasa Mandarin di Yogyakarta beragam mulai dari TK hingga perguruan tinggi. Jumlah pengajar bahasa Mandarin yang ada di Yogyakarta saat ini sekitar 70 orang.

"Sebanyak 60 orang di antaranya merupakan pengajar yang tergabung dalam Asosiasi Pendidik dan Pengembang Bahasa Mandarin Indonesia (APPBMI)," katanya.

Ia mengatakan meskipun berkembang cukup pesat, pengajar bahasa Mandarin yang mempunyai dasar ilmu pendidikan masih sedikit. Kebanyakan dari mereka masih berasal dari program studi bahasa atau sastra.

"Pengajar bahasa Mandarin kebanyakan berasal dari jurusan bahasa atau sastra, bukan ilmu pendidikan. Jadi, pelatihan atau lokakarya tersebut bagus untuk menambah bekal," kata Sanny.

(B015)


Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.