Bantul (ANTARA Jogja) - Keris dengan gagang ukiran buatan perajin di Desa Girirejo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, diminati kalangan konsumen di Indonesia.
"Peminatnya ada yang berasal dari Jakarta, Solo (Jawa Tengah), Surabaya (Jawa Timur), dan Sumatera," kata perajin gagang keris di Dusun Banyusumurup, Bantul, Gatot Kamijo di Bantul, Jumat.
Menurut dia, gagang keris produknya berasal dari berbagai jenis kayu seperti kemuning, cendana wangi dari Kabupaten Bantul, dan kayu tayuman dari Kabupaten Gunung Kidul, DIY.
Ia mengatakan, jika ada pesanan satu set keris tinggal mencari pisau keris ke sejumlah pengepul yang sudah menjadi relasinya kemudian dibuatkan gagang keris sesuai dengan permintaan.
"Tergantung pesanan, ada yang minta penuh dihiasi ukiran namun ada juga yang semi ukir, kalau bahan gagang keris rata-rata dari kayu kemuning dan tayuman," katanya.
Ia mengatakan, satu set keris dengan gagang ukir buatannya ditawarkan seharga Rp100.000 hingga Rp1 juta, bahkan ada yang ditawarkan hingga Rp3 juta untuk yang terbuat dari gading gajah.
"Kalau yang terbuat dari gading gajah bisa saya layani, namun bahan baku harus dari pemesan sendiri, sehingga saya tinggal mengukir dan mencari pisau keris dari Solo," katanya.
Menurut dia, untuk membuat satu gagang keris semi ukir membutuhkan waktu satu hingga dua hari, sedangkan yang penuh ukiran bisa sampai seminggu, karena membutuhkan ketelitian dan dilakukan hati-hati.
"Pesanan tiap hari hampir ada, namun karena kewalahan, kadang saya tolak," katanya.
(STR-HRI)
