Warga Desa Guwosari kembangkan kampung wisata

id kampong wisata

Warga Desa Guwosari kembangkan kampung wisata

Salah satu warung kuliner di kampung wisata Santan, Kabupaten Bantul, DIY (Foto ANTARA/Sidik)

Bantul (ANTARA Jogja) - Warga Dusun Santan, Desa Guwosari, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupaya mengembangkan suatu kampung yang dapat dimanfaatkan sebagai kawasan wisata dan menarik untuk dikunjungi.

"Kami melihat potensi di desa banyak yang bisa dijual, sehingga kami mencoba menjadikan suatu kawasan yang bisa dikunjungi dengan harapan bisa mempromosikan potensi desa," kata Kepala Bagian Pelayanan Pemerintah Desa Guwosari, Yudi Susanto, di Bantul, Selasa.

Menurut dia, warga Santan Desa Guwosari yang sebagian juga menjadi pengusaha kerajinan batok atau tempurung kelapa, seni tradisional serta sejumlah pengusaha kuliner ini keberadaan perlu didorong agar bisa meningkatkan pendapatan.

Bahkan, kata dia, produk kerajinan yang dihasilkan perajin juga sudah diminati konsumen berbagai daerah dan juga pengusaha kuliner seperti wader goreng dan ayam kampung juga diminati konsumen terutama wisatawan yang berkunjung ke Bantul.

"Saat ini, pemdes sedang mengupayakan bagaimana melakukan promosi, selain kita menjalin mitra dengan media juga melalui pemdes, dimana kalau ada kegiatan atau rapat bisa memanfaatkan pondok kuliner," kata dia.

Ia berharap, kampung wisata yang mulai berkembang sejak beberapa tahun ini diharapkan dapat memajukan desa dan memberikan pengaruh positif bagi perekonomian warga setempat.

Salah satu perajin batok di desa setempat, Nur Taufiq mengatakan, sangat mengharapkan pengembangan kawasan wisata di daerahnya, sehingga dapat memajukan usahanya yang telah berjalan selama 20 tahun ini.

Menurut dia, di daerah ini terdapat sembilan rumah tangga yang memproduksi kerajinan batok atau tempurung kelapa dengan berbagai produk yang dihasilkan seperti mangkok, kap lampu dan berbagai hiasan serta sovenir kerajinan dari batok.

"Tidak hanya itu, rencananya desa juga akan merintis kampung wisata kelapa terpadu, karena selain mengolah batok menjadi kerajinan juga sudah ada beberapa warga yang memproduksi nata de coco atau sari kelapa, ke depan kita juga akan minta pendampingan dengan dinas terkait," kata dia.

(KR-HRI)


Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.