Logo Header Antaranews Jogja

Teknologi beretika perlu dikembangkan

Selasa, 25 September 2012 16:31 WIB
Image Print
kampus sekolah pascasarjana UGM Yogya (hmp.ugm.ac.id)

Jogja (ANTARA Jogja) - Teknologi beretika yang menempatkan manusia sebagai pusat perkembangan perlu dikembangkan agar dapat membawa manfaat, kata anggota Komisi Bioetika Nasional (KBN) CB Kusmaryanto.

"Dalam konteks itu, yang menjadi tolok ukur dan tujuan besar dari teknologi adalah manusia," katanya di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa.

Dengan kata lain, menurut dia pada forum diskusi Bioetika, teknologi yang merendahkan harkat manusia, di mana manusia hanya dipandang sebagai alat, sudah selayaknya tidak dikembangkan.

Sebaliknya, menurut dia, teknologi yang mengangkat harkat dan martabat manusia harus diusahakan dan dikembangkan.

"Oleh karena itu, tidak semua yang mungkin secara teknis lantas juga boleh secara etis," ujar anggota "Center for Bioethics and Medical Humanities" Fakultas Kedokteran UGM itu.

Ia menuturkan perkembangan teknologi memang sangat mengagumkan. Teknologi juga berhasil mengatasi kelemahan manusia, sehingga apa yang dulu tidak mungkin kini menjadi mungkin.

Dengan teknologi, menurut dia, hidup manusia juga menjadi semakin nyaman, sehingga tidak perlu seluruh daya dikerahkan untuk pemenuhan kebutuhan dasar.

"Dengan teknologi, kebutuhan dasar itu bisa digenapi dengan lebih mudah, sehingga kita mempunyai waktu luang yang lebih banyak untuk menikmati hidup," tuturnya.

Ia mengemukakan teknologi juga menjadi bagian kodrat manusia yang berakal budi yang harus mengelola alam. Oleh karena itu, teknologi juga merupakan kepanjangan akal budi menusia.

"Namun demikian, sikap kehati-hatian perlu dijaga agar teknologi tetap sebagai alat, bukan menjadi tujuan dengan mengorbankan manusia," tukas Kusmaryanto.

Forum diskusi Bioetika diselenggarakan Komisi Ilmu Pengetahuan Dasar (IPD) Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) bekerja sama dengan Pusat Studi Bioteknologi UGM dan Sekolah Pascasarjana UGM.***3***

(L.B015)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026