Logo Header Antaranews Jogja

Permintaan produk kerajinan serat alam meningkat

Sabtu, 29 September 2012 13:55 WIB
Image Print
kerajinan pandan sari craft di Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, DIY. (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (ANTARA Jogja) - Permintaan produk kerajinan serat alam produksi masyarakat Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, kembali meningkat setelah sempat terpuruk beberapa tahun lalu.

"Saat ini, permintaan produk kerajinan serat alam, khususnya tas dari agel dan pandan sangat tinggi. Naiknya permintaan akan produk kerajinan serat alam sudah terjadi sejak akhir 2011 hingga saat ini," kata pemilik Pandan Sari Craft Sumilah di Kulon Progo, Sabtu.

Dia mengatakan, industri kerajinannya memproduksi 70 jenis tas yang sesuai permintaan dan perkembangan pasar. Pihaknya terus melakukan inovasi pembuatan tas sehingga produk kerajinan disukai konsumen dan permintaan terus naik.

"Untuk menghadapi persaingan antarperajin dan produk dari luar negeri, khususnya China, setiap perajin harus melakukan inovasi dan memiliki manajemen yang baik sehingga mampu bersaing," kata Sumilah.

Pasaran produk kerajinan serat alam, menurut Sumilah yakni Jakarta dan Bali. Sebanyak 60 persen hasil produksinya dijual ke Bali. Dirinya memiliki jaringan pemasaran dan kerja sama dengan pedagang besar di Denpasar, Bali.

"Semua kerajinan yang kami produksi tidak ada yang ditolak, bahkan kami kualahan memenuhi permintaan dari Bali. Mereka meminta kerajinan yang unik, natural, dan fashioneble," kata dia.

Dia mengatakan, dirinya mampu menjual sedikitnya 5.000 tas per bulan ke Bali, dengan harga antara Rp15.000 per tas hingga Rp50.000 per tas.

Omzet permintaan mencapai Rp225 juta per bulan, di luar permintaan saat hari-hari libur karena setiap liburan permintaan mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat.

"Kami terus menjaga kepercayaan pedagang asal Bali. Kami tidak pernah memainkan harga. Selain itu, kualitas kerajinan juga harus dipertahankan. Bali merupakan jendela untuk memasarkan segala produk kerajinan, dan jembatan untuk melakukan ekspor," kata dia.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026