Bentara Budaya miliki 4.180 koleksi seni

id bentara budaya miliki

Bentara Budaya miliki 4.180 koleksi seni

Gedung Bentara Budaya Bali (Foto rupasenirupa.blogspot.com)

Denpasar (ANTARA Jogja) - Bentara Budaya, lembaga kebudayaan nirlaba Kompas-Gramedia, saat ini memiliki koleksi 4.180 lukisan dan karya seni lainnya yang dikumpulkan dari karya-karya terbaik seniman yang pernah menggelar pameran di lokasi tersebut.

"Karya-karya terbaik seniman Nusantara itu diharapkan nantinya bisa terpelihara, terawat dan menjadi koleksi dalam sebuah museum," kata Pimpinan Bendara Budaya Bali (BBB) Warih Wisatsana di Denpasar, Minggu.

Keempat bentara budaya itu adalah di Yogyakarta, Jakarta, Solo, dan di Bali. Bentara Budaya Yogyakarta adalah yang pertama berdiri, yakni 30 tahun lalu. Sedangkan Bentara Budaya di Pulau Dewata baru beroperasi tiga tahun.

Ia sebelumnya menerima sebuah lukisan dari enam seniman yang terhimpun dalam komunitas Para Rupa Sukawati, Gianyar, yang terdiri atas Nyoman Erawan, Made Mahendra Mangku, Galung Wiratmaja, Wayan Wirawan Made Wiguna Valasana dan Kadek Ardika, yang menggelar pameran bersama di BBB.

Warih Wisatsana menambahkan, masing-masing lembaga kebudayaan di empat kota besar tersebut melakukan atau menggelar kegiatan seni serta budaya, dengan merangkul seniman setempat, dan terbuka luas bagi seniman daerah lain maupun mancanegara.

"BBB tidak pernah sepi dari aktivitas seni, karena seniman Bali, baik tabuh, tari, lukis dan karya seni lainnya sangat kreatif sehingga memerlukan fasilitas dalam menyampaikan ungkapan seni tersebut," ujarnya.

Ia menilai Para Rupa Sukawati yang menggelar pameran bersama selama sepuluh hari itu, mampu menampilkan setiap garis untuk merefleksikan tataran emosi menuju ke arah yang lebih dalam.

Dalam perspektif yang dikonstruksikan oleh keenam seniman tersebut, dinilai mampu melampaui ritual yang lahir dari tradisi kultural Bali, dan menghadapkannya dengan bentuk-bentuk ritual era kini (kontemporer).

Keenam seniman itu menampilkan 18 karya seni, dan sejumlah karya instalasi. Pameran berlangsung sepuluh hari hingga 8 Oktober 2012.

(I006)


Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.