Logo Header Antaranews Jogja

Warga Sidomulyo olah pisang menjadi aneka camilan

Rabu, 21 November 2012 15:06 WIB
Image Print
Warga sedang mengelupas buah pisang yang kemudian diolah menjadi aneka camilan di Kabupaten Bantul, DIY (Foto ANTARA/Sidik)

Bantul (ANTARA Jogja) - Kelompok usaha warga Pedukuhan Palihan, Desa Sidomulyo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengolah buah pisang menjadi aneka camilan guna menambah pendapatan mereka.

"Awalnya kami hanya coba-coba olah pisang, namun rasanya enak dan banyak warga yang berminat, jadi kami terus kembangkan," kata Ketua kelompok usaha pembuatan keripik pisang "Suka Maju" Desa Sidomulyo, Lasiyo di Bantul, Rabu.

Menurut dia, berbagai camilan olahan pisang di antaranya, sale pisang, dodol pisang, akan tetapi yang paling utama diproduksi keripik pisang karena memang peminatnya lebih besar dibanding olahan pisang lainnya.

Ia mengatakan, kelompok yang beranggotakan sebanyak 20 orang yang hampir sebagian besar ibu rumah tangga ini setidaknya dalam sehari bisa menghasilkan antara 40 sampai 50 kilogram aneka camilan pisang.

"Alhamdulillah semua camilan olahan pisang terserap pasar, bahkan kalau saat liburan seperti hari raya permintaan pasar meningkat," katanya yang menyebutkan usaha membuat camilan pisang terbilang mudah.

Ia mengatakan, usaha yang dirintis sejak 2008 lalu saat ini telah menjalin kerja sama dengan sejumlah swalayan di Yogyakarta dan di Jalan Parangtritis, Bantul untuk memasarkan aneka camilan pisang yang lebih luas.

"Buah pisang itu banyak manfaatnya karena mengandung gizi, selain cocok untuk oleh-oleh keluarga biasanya olahan pisang ini juga untuk camilan sehari-hari," katanya.

Menurut dia, berbagai camilan olahan pisang itu dijual mulai dari harga sebesar Rp25.000 sampai Rp40.000 per kilogram, tergantung jenis camilan dan jenis pisang serta kemasan.

"Untuk keripik pisang harganya lebih terjangkau dibanding sale dan dodol, selain itu pisang akan lebih awet ketika sudah diolah menjadi keripik. Kami utamanya jenis pisang kapok," katanya.

Menurut dia, jika dikalkulasikan dari hasil penjualan, maka kelompok bisa memperoleh pendapatan sebesar Rp1 hingga Rp1,5 juta per hari yang dimanfaatkan untuk kebutuhan anggota dan sebagian operasional kelompok.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026