Norwegia jajaki pasar salmon di Indonesia

id ikan salmon

Norwegia jajaki pasar salmon di Indonesia

Ikan Salmon (foto bejagat.blogspot.com)

Jogja (ANTARA Jogja) - Norwegia sebagai salah satu negara penghasil ikan salmon dengan kualitas baik di dunia berniat mengembangkan pasar baru di Indonesia melalui kunjungan yang dipimpin langsung Putera Mahkota Kerajaan Norwegia Pangeran Hakoon Magnus.

"Indonesia adalah pasar yang potensial untuk penjualan salmon dari Norwegia. Kami ingin menjual salmon kualitas terbaik dari Norwegia di Indonesia," kata Pangeran Magnus di sela-sela kunjungannya di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, ekspor terbesar Norwegia untuk produk perikanan adalah salmon, sehingga pihaknya akan terus mempromosikan ikan ini ke seluruh penjuru dunia, agar masyarakat dunia semakin mengenalnya.

"Selain salmon, Norwegia juga memiliki produk laut lainnya yang berkualitas baik. Produk-produk ini juga akan terus kami pasarkan," katanya.

Dalam kunjungannya ke Indonesia yang dilakukan pada 25-29 November, Pangeran Magnus bahkan sempat memasak langsung sejumlah resep dari ikan salmon. Acara tersebut dihadiri sejumlah juru masak hotel ternama di Jakarta.

Selain berkunjung ke Yogyakarta, rombongan Pangeran Magnus diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara Jakarta pada Senin (26/11) lalu.

"Dalam kunjungan ke Indonesia, kami membawa sebanyak 99 orang delegasi bisnis. Kami ingin memiliki hubungan kerja sama ekonomi yang lebih baik dengan Indonesia. Tidak hanya di bidang perikanan, melainkan di berbagai aspek lain," katanya.

Sejumlah kerja sama ekonomi yang ditawarkan oleh Norwegia di antaranya pembuatan terowongan, komunikasi, infrastruktur, perminyakan, kehutanan, energi terbarukan, dan sejumlah kerja sama lainnya.

Sementara itu, istri Pangeran Magnus Puteri Mette-Marift mengatakan Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting bagi Norwegia, sehingga hubungan bilateral antara kedua negara ini harus terus ditingkatkan.

"Meskipun kedua negara memiliki perbedaan-perbedaan, namun Indonesia merupakan rekan yang sangat penting bagi Norwegia. Kedua negara bisa saling belajar," katanya.

(E013)


Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.