Denpasar (ANTARA Jogja) - Konsorsium perusahaan multinasional dan internasional merencanakan membangun sirkuit balapan mobil Formula 1 atau F1 pada lahan seluas 100 hektare di Kabupaten Badung, Bali.
"Rencana tersebut sudah dihembuskan cukup lama, dan sirkuit itu nanti akan dibangun beserta resor dan marina di kawasan Teluk Benoa," kata Anthony Sarwono, pengamat otomotif sekaligus pengusaha properti di Denpasar, Rabu.
Pembangunan sarana olahraga bertaraf internasional itu merupakan bagian dari proyek reklamasi di Teluk Benoa.
Berdasarkan pengamatan dia, sampai saat ini proyek tersebut masih dalam tahap proses perizinan di Pemprov Bali.
Sempat beredar kabar bahwa pembangunan yang utama lebih difokuskan pada proyek resor, dan marina, daripada pembangunan sirkuit.
Kendati demikian, kata dia, keberadaan sirkuit F1 di Pulau Dewata sangat layak untuk dikembangkan sebagai bagian dari wisata olahraga (sport tourism).
Ia menilai posisi Bali sangat layak dengan adanya sirkuit F1, mengingat selama ini Indonesia hanya menjadi jalur yang dilewati dalam agenda tempat perhelatan dunia otomotif bergengsi itu.
"Setelah di Australia, jadwal pertandingan F1 berlanjut ke Sepang (Malaysia). Indonesia hanya dilewati begitu saja. Padahal perhatian dunia saat ini terfokus pada Asia, karena regulasi Eropa yang tidak mendukung rokok sebagai sponsor utama kegiatan balap internasional tersebut," ujarnya.
Nyoman Seniweca, kandidat Ketua IMI Bali mengatakan adanya sebuah fasilitas olahraga otomotif berstandar internasional di daerahnya, sangat mendukung industri pariwisata.
Ia mencontohkan penyelenggaraan F1 di Singapura yang berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, sehingga akomodasi dan fasilitas pendukung pariwisata lainnya ikut terdongkrak.
"Namun, semuanya diserahkan lagi kepada sikap dan niat dari pemerintah daerah, apakah mendukung atau sebaliknya," katanya.
(KR-IGT)
