Nakhon Ratchasima (ANTARA) - Atlet para tenis meja putri Indonesia Sella Dwi Radayana belum beruntung untuk menggenggam medali emas nomor tunggal putri kelas TT10 (berdiri), dalam ASEAN Para Games 2025 Thailand di Korat Hall, Central Korat, Nakhon Ratchasima, Jumat.
Perempuan yang biasa menjadi pendulang emas untuk Indonesia itu kalah 2-3 (6-11, 9-11, 11-9, 13-11, 3-11) saat melawan wakil Malaysia Wong Sze Gloria Gracia.
"Secara permainan seimbang tetapi ketika poin beda tipis, mental saya memang harus diuji untuk melawan diri sendiri," ujar Sella setelah pertandingan kepada ANTARA.
Dia menjelaskan, kekalahan tersebut harus diterimanya dengan sportif. Meski target awalnya adalah menyabet emas di nomor tersebut.
Perempuan asal Kalimantan Timur itu awalnya kalah dalam dua gim awal.
Namun, dia berhasil bangkit untuk menyamakan kedudukan. Dengan penuh ketenangan, dia mampu membukukan poin per poin guna memaksa lawan untuk bertanding hingga gim kelima.

Perjuangan gigih itu bahkan terlihat pada gim keempat, karena permainan sampai deuce dua kali saat dia tertinggal di awal.
Pada momen itu, kejar-kejaran poin secara ketat terjadi, yakni 10-10, 11-11, hingga akhirnya dia unggul 13-11.
Namun dalam gim kelima, peraih emas APG 2023 itu kembali goyah.
Awalnya dia mampu membalas setiap poin yang dibuat lawan. Tetapi setelah poin ketiga, dia harus kalah dari lawan yang sempat dikalahkannya dalam final edisi APG sebelumnya.
"Saya mohon maaf, belum bisa menyumbang emas untuk Indonesia di nomor tunggal putri, meski pun tetap bersyukur bisa mendapat perak," ujar dia.
Setelah pertandingan itu, dia akan kembali turun dalam nomor ganda campuran.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sella Dwi Radayana belum beruntung di final para tenis meja APG 2025
