Yogyakarta (Antara Jogja) - Pekerjaan penyempurnaan pembatas jalan di Jalan Kleringan sebagai tindak lanjut pembangunan Jembatan Amarta baru mencapai 80 persen dan baru bisa diselesaikan paling lambat dalam satu pekan ke depan.
"Pekerjaan penyempurnaan pembatas jalan menuju arah Kotabaru dari Jembatan Amarta terpaksa dihentikan akhir pekan lalu karena kami kekurangan bahan," kata Kepala Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta Toto Suroto di Yogyakarta, Senin.
Menurut Toto, pekerjaan penyempurnaan pembatas jalan tersebut baru akan dilanjutkan pada pertengahan pekan saat seluruh bahan yang dibutuhkan untuk membuat pembatas jalan hingga simpang tiga Jalan Ahmad Jazuli sudah tersedia.
Namun demikian, kata Toto, ada sejumlah hambatan yang dihadapi petugas saat menyelesaikan pekerjaan pembatas jalan di Jembatan Amarta tersebut, seperti protes dari warga.
"Kami akan membuat pembatas jalan hingga simpang tiga Jalan Ahmad Jazuli. Karenanya, pengguna jalan dari Kotabaru tidak bisa lagi belok kanan ke Ahmad Jazuli. Banyak yang kemudian memprotes pekerja kami di lapangan," katanya.
Oleh karena itu, lanjut Toto, pihaknya meminta bantuan dari Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta atau Kepolisian Resor Kota Yogyakarta untuk menjaga sekaligus memberikan penjelasan kepada pengguna jalan mengenai aturan baru itu.
"Pembangunan pembatas jalan hingga simpang tiga Ahmad Jazuli itu dilakukan sebagai satu kesatuan dengan pembangunan Jembatan Amarta. Ini ditujukan agar pengguna jalan tidak memutar arah sembarangan sehingga jalan menjadi macet," katanya.
Setelah pekerjaan tersebut bisa diselesaikan, Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta berencana melakukan penambahan pembatas jalan di kedua ujung jalan layang Lempuyangan.
"Rencana itu sudah ada. Tetapi, agar rencana itu lebih matang, kami masih menunggu koordinasi dari Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta," katanya.
Proses pembangunan pembatas jalan di setiap ujung jalan layang Lempuyangan akan dimulai dengan pemberian pembatas jalan sementara sebagai bagian dari sosialisasi.
"Seperti pembangunan pembatas jalan di Kotabaru, pembangunan pembatas jalan di Lempuyangan juga akan menggunakan tenaga swakelola. Biaya yang dibutuhkan juga tidak terlalu besar, sekitar Rp100 juta," katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Azhar Setiawibawa mengatakan, di setiap ujung jembatan layang Lempuyangan akan dibangun pembatas jalan.
"Rencana pembangunan itu akan menjadi satu kesatuan dari rencana perubahan arus lalu lintas di Jalan Prof. Yohannes dan C. Simanjuntak," katanya.
Di masing-masing ujung jalan layang, akan dibangun pembatas jalan dengan panjang sekitar 40 meter, baik di kanan kiri jalan sehingga pengguna jalan tidak bisa berputar arah.
(E013)
