Perkutut milik Prabukusumo juara Giripeni Cup

id perkutut

Perkutut milik Prabukusumo juara Giripeni Cup

Kontes "perkitut Giripeni Cup" di Kulon Progo, DIY, diikuti 85 pesertanya, dua diantara Primadona dan Sri Baginda milik GBPH Prabukusumo ikut ambil bagian. (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Dua burung perkutut bernama Primadona dan Sri Baginda milik Gusti Bendoro Pangeran Haryo Prabukusumo, adik Sri Sultan Hamengku Buwono X menjuarai kontes burung perkutut Giripeni Cup di Kabupaten Kulon Progo, Minggu.

Primadona dan Sri Baginda mampu mengalahkan puluhan burung lainnya yang mengikuti kontes itu.

Ketua panitia penyelenggara dari Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia (P3SI) Kulon Progo Supriyanto mengatakan kontes burung perkutut tersebut baru pertama kali diselenggarakan di kabupaten ini.

Ia mengatakan kontes diikuti 85 burung perkutut dari wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

"Kontes ini sebagai upaya melestarikan burung perkutut. P3SI mengharapkan masyarakat memelihara perkutut, agar populasinya terus bertambah," katanya.

Dalam kontes itu, kata dia, kriteria dalam penilaian tim juri yakni suara yang indah dan merdu. Kicaun ini akan dilihat mulai dari angkatan suara depan, suara tengah, suara ujung, irama, dasar suara, serta kuantitas kicauan.

Peserta yang mengumpulkan nilai tertinggi berdasarkan kriteria tersebut dinyatakan sebagai juaranya.

"Yang dinilai di sini mencakup kualitas dan kuantitas suaranya. Burung-burung yang ikut kontes ini bisa dikatakan berkualitas bagus semua. Beberapa di antaranya pernah menang lomba," katanya.

Ia mengatakan pada April mendatang P3SI akan kembali mengadakan kontes perkutut tingkat Provinsi Jateng dan DIY dalam skala yang lebih besar dan bergengsi.

Pihaknya memprediksikan ratusan peserta akan turut ambil bagian dalam kontes itu nanti. "Kami berharap, kontes semacam ini akan semakin menambah kelestarian perkutut di masyarakat," katanya.

Sementara itu, perawat perkutut Primadona, dan perkutut Sri Bagindan milik Prabukusumo, Wahid Amri mengatakan Primadona yang berumur setahun ini, sudah tiga kali juara kontes di Yogyakarta dan Solo.

Sedangkan perkutut Sri Baginda yang baru berumur tiga bulan, baru sekali ini meraih gelar juara.

"Primadona sempat ditawar Rp25 juta, tapi tidak dilepas oleh Gusti Prabu. Kalau Sri Baginda, baru sekali ini juara. Kualitas indukannya memang sudah bagus, sehingga kualitas anakannya juga bagus," katanya.

Menurut Wahid, tidak ada resep khusus sehingga perkutut Primadona dan Sri Baginda memiliki suara merdu.

Hanya saja, kata dia, gurah kerongkongan serta perawatan rutin mutlak dilakukan, sebelum diikutkan dalam lomba.

"Makanannya juga biasa, hanya gabah dengan pelet. Burung itu setiap Kamis mandi, supaya suaranya bagus. Kami gurah dulu supaya lendir di tenggorokannya hilang, sehingga suaranya lebih merdu," katanya.


(KR-STR)

Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.