Logo Header Antaranews Jogja

Komisi A minta premanisme diberantas hingga tuntas

Senin, 25 Maret 2013 13:11 WIB
Image Print
Gedung DPRD Kota Yogyakarta (antaranews.com)

Yogyakarta, 25/3 (Antara) - Komisi A dalam rapat koordinasi dengan Kodim 0734 Yogyakarta, Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta dan Kepolisian Resor Kota Yogyakarta meminta agar premanisme dan tindakan kekerasan diberantas hingga tuntas.

"Premanisme tidak boleh dibeda-bedakan, baik itu dilakukan dari unsur sipil atau militer. Semuanya harus diberantas. Pada prinsipnya, semua bentuk premanisme dan anarkisme harus ditindak," kata Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta Chang Wendryanto di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, pemberantasan premanisme di Yogyakarta tersebut memerlukan komitmen kuat dari pimpinan karena tindakan premanisme dan anarkisme hanya akan membuat kondisi masyarakat Yogyakarta tidak nyaman.

Bila diperlukan, lanjut dia, ada pernyataan sikap dari seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pemberantasan premanisme dan anarkisme.

Sementara itu, Komandan Kodim 0734 Yogyakarta Letkol (Inf) Ananta Wira mengatakan, pemberantasan premanisme untuk menciptakan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat adalah tugas dari kepolisian sehingga pihaknya akan menyerahkan tugas tersebut ke polisi.

Meskipun demikian, lanjut dia, pemberantasan premanisme tersebut akan berhasil apabila didukung oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Semua orang yang tinggal di Yogyakarta harus menaati budaya, adat istiadat, aturan dan hukum yang berlaku. Jika di tempat umum dilarang membawa senjata tajam maka seharusnya tidak perlu membawanya. Jika saat naik sepeda motor harus memakai helm, maka pengendara harus mengenakan helm," katanya.

Ia meminta agar masyarakat tidak menciptakan suasana yang menantang aturan dan norma yang berlaku sehingga suasana Yogyakarta akan aman.

Ananta menambahkan, premanisme dan kekerasan adalah dua hal yang saling berhubungan dan menengarai, Yogyakarta sudah dikuasai oleh preman karena kota tersebut tumbuh sebagai kota metropolitan dengan cepat.

"Premanisme harus ditiadakan. Kalau bisa, rentetan kejadian beberapa hari lalu adalah kejadian yang terakhir. Semua pihak, harus bertanggung jawab untuk meniadakan premanisme," lanjutnya.

(U.E013/B/H008/H008) 25-03-2013 13:11:12



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026