Tarif masuk Embung Taman Buah Nglanggeran dinaikan

id nglanggeran objek wisata

Tarif masuk Embung Taman Buah Nglanggeran dinaikan

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Bupati Gunung Kidul Badingah meninjau embung di kawasan kebun buah Nglanggeran, Gunung Kidul. Embung ini berfungsi untuk mencukupi kebutuhan air saat musim kemarau untuk tanaman dan masyarakat disekit

Gunung Kidul (Antara Jogja) - Pengelola objek wisata Gunung Api Purba dan Embung Taman Buah Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menaikan tarif masuk ke objek wisata itu.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Upo Makaryo Nglanggeran Hadi Purwanto di Gunung Kidul, Senin mengatakan sejak diresmikan Gubernur DIY Sri Sultan HB X beberapa waktu lalu, jumlah pengunjung di embung Nglanggeran Wetan, mengalami peningkatan yang signifikan.

"Dalam sehari terutama hari libur, jumlah wisatawan mencapai 1000 orang. Melihat perkembangan jumlah pengunjung, kami dari Pokdarwis Upo Makaryo membangun tempat pemungutan retribusi (TPR). Biaya masuk tersebut akan digunakan untuk peningkatan perekonomian warga di sekitar Nglanggeran," kata Hadi Purwanto.

Ia mengatakan, pengunjung yang masuk ke embung dikenakan tarif Rp3.000 per orang. Jika sebelumnya hanya ditarik biaya parkir Rp 2.000 namun sekarang untuk naik ke atas ditambah ongkos Rp 1.000 tiap orang.

"Untuk menyeimbangkan kenaikan biaya masuk dan parkir, kami dari pengurus akan meningkatkan pelayananan seperti kenyamanan dan keselamatan wisatawan," katanya.

Terkait pengelolaan Gunung Api Purba dan Embung, kata dia, dikelola secara bersamaan. Setiap satu bulan sekali diadakan pertemuan bersama yang melibatkan karang taruna dan pemerintah desa.

"Kami disini terbuka, sehingga saling melengkapi,"katanya.

Pengelola Gunung Api Purba Nglanggeran Sugeng Handoko mengatakan, untuk melengkapi kenyamanan pengunjung pengelola akan memberikan bonus tarif.

"Jika pengunjung hanya mengunjungi gunung purba dikenai tarik Rp5.000. Tapi kalau pengunjung mengunjungi embung dan Gunung Purba hanya dikenai tarif Rp 7000,"katanya.

Kades Nglanggeran Senen mengatakan hingga sekarang pihaknya belum menarik uang kas, baik dari Gunung Purba maupun embung taman buah Nglanggeran. Menurutnya, sejauh ini hasil dari pendapatan langsung digunakan untuk pembangunan di lokasi wisata.

"Belum ada pemasukan ke kas desa. Yang penting jalan dulu untuk pembangunan berbagai fasilitas objek wisata. Yang penting nyaman dulu jangan berkonflik seperti Gua Pindul," katanya.

Anggota Komisi B DPRD DIY Rio Erwin Setiawan berharap manajemen pengelolaan wisata di Nglanggeran ditata dengan baik. Dia yakin, warga Nglanggeran memiliki tanggung jawab dan kesetiakawanan tinggi dalam membangun perekonomian bersama.

"Tidak hanya memburu uang saja, namun dari masyarakat dan untuk kesejahteraan bersama," katanya.

(KR-STR)

Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.