Jogja (Antara Jogja) - Bahan baku kerajinan dari alam di Daerah Istimewa Yogyakarta semakin sedikit, dan mulai sulit diperoleh, kata Direktur Asosiasi Pengembangan Kerajinan Republik Indonesia Amir Panzuri.
"Bahan baku dari alam yang selama ini menjadi andalan para perajin semakin berkurang ketersediaannya, sehingga banyak perajin mencari alternatif bahan baku lain," katanya di Yogyakarta, Selasa.
Bahan baku kerajinan dari alam yang biasa digunakan para perajin di daerah ini, menurut dia, di antaranya bambu jenis petung, kayu jati, pule, sengon, dan kayu sono keling.
"Seperti bambu petung yang sering untuk membuat mebel, saat ini mulai sulit diperoleh," katanya.
Menurut dia, kelangkaan bahan baku tersebut juga berdampak pada harga jual produk kerajinan. "Kenaikan harganya rata-rata bisa mencapai 30 persen dari harga jual semula," katanya.
Ia mengatakan gejala kelangkaan bahan baku dari alam akan terus berdampak pada harga jual produk kerajinan. "Padahal, produk kerajinan di Provinsi DIY harus bersaing dengan produk impor yang harganya lebih murah," katanya.
Untuk menekan harga jual produk kerajinan agar tidak terlalu melambung, sebagian perajin melakukan efisiensi penggunaan bahan baku, serta mengganti bahan baku utama dengan bahan lainnya.
"Sekarang sudah banyak yang `mengakali`, atau mengganti bahan baku kerajinan mebel yang biasanya menggunakan kayu jati atau mahoni, diganti dengan kayu jenis kembang," katanya.
Menurut dia, untuk menekan kelangkaan bahan baku tersebut, para perajin harus secara intensif melakukan peremajaan bahan baku dari alam setiap selesai menggunakannya.
Sebab, menurut dia, apabila kesadaran melakukan peremajaan bahan baku tidak ditumbuhkan sejak sekarang, dikhawatirkan kerajinan dengan bahan baku dari alam yang selama ini termasuk menjadi andalan perajin di DIY akan hilang.
"Seharusnya para perajin bukan hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga harus memperhitungkan ketersediaan bahan baku jangka panjang, sekaligus ikut menjaga kelestarian alam," katanya.
(KR-LQH)
Apikri: bahan baku kerajinan sulit diperoleh
Perajin mebel bambu di Dusun Sendari, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (Foto antarafoto.com)
