Polres Bantul mengidentifikasi korban meninggal dunia tertemper kereta api

id Polres Bantul ,Identifikasi korban ,Tertemper kereta api

Polres Bantul mengidentifikasi korban meninggal dunia tertemper kereta api

Tim inafis bersama PMI melakukan identifikasi korban meninggal dunia tertemper kereta api di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Selasa (27/1/2026) (ANTARA/HO-Humas Polres Bantul)

Bantul (ANTARA) - Kepolisian Resor Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta menerjunkan tim inafis guna melakukan identifikasi terhadap korban meninggal dunia usai tertemper kereta api di perlintasan rel Kereta Api wilayah Tegal Ijo, Kelurahan Ngestiharjo, Kasihan, Kabupaten Bantul.

"Mendapat laporan orang meninggal tertemper kereta api, piket fungsi Polsek Kasihan dipimpin Kaur Identifikasi Polres Bantul, bersama tim PMI Bantul, Puskesmas Kasihan mendatangi TKP (tempat kejadian perkara)," kata Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto dalam keterangannya di Bantul, Selasa.

Kejadian orang tertemper kereta api tersebut dilaporkan terjadi pada Selasa (27/1) sekira pukul 11.25 WIB. Korban meninggal atas nama LS berusia 64 tahun asal Sidorejo, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, DIY.

Menurut dia, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Inafis Polres Bantul bersama Puskesmas Kasihan II didapat hasil, bahwa korban sudah tidak ada nafas, kemudian fisik reflek pupil sudah mibriasis total, dan reflek cahaya negatif.

"Terdapat luka lecet di pelipis kiri satu cm, terdapat luka robek di extremitas bawah kanan ukuran 10 cm, di extremitas atas kiri luka lecet 1.5 cm, ektremitas bawah kanan ditemukan luka bekas amputasi di jari kedua. Tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan," katanya.

Kasi Humas mengatakan, berdasarkan keterangan saksi kejadian yang bertugas sebagai Polsuska PT. KAI, kereta yang melintas adalah Gaya Baru Malam jurusan Surabaya Gubeng Pasar Senen.

"Dari keterangan saksi, dirinya menghubungi petugas yang mengawal kereta, didapat informasi menurut keterangan dari masinis yang bertugas menyatakan korban tertemper kereta tersebut," katanya.

Untuk selanjutnya, kata dia, sesuai permintaan dari keluarga, bahwa korban dibawa ke Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta oleh PMI Kabupaten Bantul, untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Kronologi kejadian berawal ketika korban sekira pukul 11.00 WIB datang ke rumah saksi (Watini) berniat menghadiri arisan bersama beberapa temannya karena tempat arisan dilaksanakan di rumah saksi tersebut, namun sebelumnya akan main ke rumah temannya sebelum arisan.

Korban bermain ke tempat temannya dengan berjalan kaki menyeberang rel kereta api, namun tidak berapa lama terdengar kereta api lewat, dan kemudian ada orang berteriak karena ada orang jatuh, sehingga warga mulai berdatangan mengecek kondisi korban.

Saksi Watini melihat korban memakai kaos yang sama dengan miliknya, sehingga meyakini temannya tadi yang pamit sebelum mengikuti arisan. Atas kejadian tersebut warga kemudian melaporkan ke Polsek Kasihan, Bantul.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.