
Pengembangan PLTB Bantul akan sesuaikan teknologi terbaru

Bantul (Antara Jogja) - Rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga bayu berupa turbin angin di sepanjang pantai selatan mulai dari Pantai Samas hingga Pandansimo Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi terbaru.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul, Tri Saktiyana di Bantul, Jumat, mengatakan rencana awal pengembangan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di pantai selatan dengan membangun 32 turbin angin untuk menghasilkan energi 50 megawatt.
"Kabar terbaru dengan teknologi yang meningkat tahun terakhir ini sudah ada temuan bahwa satu turbin bisa untuk menghasilkan energi 2,5 megawatt, kalau kemarin masih 1,5 megawatt, jadi nanti akan kita intensifkan bahwa bangun 20 tiang saja cukup," katanya.
Meski demikian, kata dia kemungkinan nanti jumlah turbin angin bisa ditambah sesuai kebutuhan jika memang membutuhkan pasokan energi listrik yang lebih besar lagi diatas 50 megawatt.
Ia mengatakan, pengembangan turbin angin raksasa tersebut murni berasal dari investor AS yang bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menampung energi lisrik sebelum disalurkan dan dijual ke masyarakat.
"Untuk mewujudkan itu Pemda Bantul tidak akan keluar biaya besar, termasuk risiko lingkungan dan sosial tidak banyak. Namun dengan dibangunnya energi tenaga baru itu nanti istilahnya yang kami tambang anginnya bukan pasir besi," katanya.
Bahkan, kata dia, pengadaan turbin angin tersebut bukan merupakan urusan pemda, namun pihaknya hanya menyediakan lokasi termasuk pematangan kawasan agar nantinya juga berdampak pada sektor pariwisata di pantai selatan.
"Soal berapa juta harga satu turbin itu bukan urusan kami, jadi nantinya nilai tambah di sektor kepariwisataan, energi hijau dan energi masa depan serta alih teknologi tinggi berbasis ramah lingkungan disitu yang kami tangkap," katanya.
Tri Saktiyana mengatakan, pengembangan PLTB di kawasan pantai selatan Bantul tersebut juga sebagai upaya mendukung visi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang ingin mewujudkan pantai selatan menjadi gerbang depan provinsi ini.
"Karena itu pantai selatan Bantul harus memiliki nilai tambah dan keunikan tersendiri, sehingga pariwisata sebagai sektor ekonomi kreatif yang digabung dengan edukasi dan penerapan teknologi tinggi itu yang menjadi pilihan kami," katanya.
Ia menargetkan pengembangan PLTB tersebut bisa dimulai tahun depan, karena untuk peletakan batu pertama dan pembangunan pondasi tiang turbin direncanakan dimulai pada sekitar Oktober-November 2013.
(KR-HRI)
Pewarta : Oleh Heri Sidik
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
