
Kemdikbud tidak patenkan desain kincir angin terbaik

Bantul (Antara Jogja) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak akan mematenkan desain kincir angin terbaik peserta yang memenangkan Kompetisi Desain Kincir Angin Tingkat Nasional 2013 yang digelar awal Desember 2013, kata seorang pejabat .
Hal itu dikatakan pejabat Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Dikti Kemdikbud Yudi Harianto dalam jumpa pers persiapan Kompetisi Desain Kincir Angin Tingkat Nasional di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa.
"Kompetisi ini hanya untuk diseminasi pengetahuan dan teknologi tentang bentuk-bentuk kincir angin, melainkan bukan untuk dipatenkan, dan perlu kami sampaikan bahwa tidak semua karya bisa dipatenkan, apalagi ini sifatnya hanya lomba," katanya.
Menurut dia, sesuai aturan untuk mematenkan suatu karya tidaklah mudah, karena harus melalui penelitian tim ahli dan dosen serta melibatkan institusi lain termasuk melakukan pengujian apakah desain tersebut dinilai sempurna.
"Kompetisi ini lebih pada ajang kreasi bentuk-bentuk desain yang nantinya bisa diaplikasikan untuk teknologi, apalagi berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya bentuk kincir yang standar belum terpenuhi, sehingga lebih disempurnakan lagi," katanya.
Ia berharap, desain terbaik dari hasil kompetisi ini nantinya juga bisa diaplikasikan masyarakat secara luas dengan mangadopsi teknologi yang tidak mahal untuk membangkitkan energi listrik dari tenaga angin.
"Jadi untuk memberikan semacam hak paten itu arahnya masih sangat panjang, namun yang jelas nanti kegiatan ini tidaklah sia-sia dalam pengembangan ilmu dan teknologi," katanya.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul, Tri Saktiyana mengatakan, Kompetisi Desain Kincir Angin Tingkat Nasional akan dilaksanakan pada 1-5 Desember di kawasan Pantai Pandansimo Bantul.
Menurut dia, kompetisi tersebut digelar atas kerjasama Pemkab Bantul, Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Kemendikbud. Kompetisi yang akan datang ini digelar yang kedua kali setelah kompetisi pertama sukses digelar pada Desember 2012 lalu.
"Kami akan dua kali menggelar kompetisi untuk tingkat nasional, harapannya nanti bahwa pengembangan energi baru dan terbarukan ini mendapat perhatian lintas intitusi, kegiatan ini disangat didukung UGM dan Kemdikbud," katanya.
Ia mengatakan, kompetisi desain kincir angin tersebut akan diikuti 31 tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa dari berbagai universitas dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dimana 20 persen di antaranya berasal dari luar Jawa.
(KR-HRI)
Pewarta : Oleh Heri Sidik
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
