Jaringan Telkomsel tak alami gangguan pascaerupsi Kelud

id jaringan telkomsel

Jaringan Telkomsel tak alami gangguan pascaerupsi Kelud

Telkomsel (antaranews.com)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Jaringan telekomunikasi Telkomsel tidak mengalami gangguan pascaerupsi Gunung Kelud di Jawa Timur sehingga pelanggan tetapi bisa melakukan komunikasi.

"Di kawasan Jawa Timur, tempat utama lokasi bencana, tidak ada gangguan berarti pada jaringan dan layanan kami sehingga pelanggan tetap dengan nyaman bisa melakukan komunikasi voice, SMS, dan data seperti biasa," kata Executive Vice President Telkomsel Area Jawa Bali Yetty Kusumawati di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, BTS Telkomsel yang berada dalam radius lokasi erupsi Gunung Kelud tidak terkena dampak langsung letusan gunung. Namun, Telkomsel mengerahkan 15 unit genset portabel dan mobile untuk mengantisipasi BTS-BTS yang putus aliran listriknya karena PLN "off".

"Semua sentra pelayanan juga beroperasi secara normal, termasuk Grapari Kediri, Jawa Timur, yang berada di sekitar lokasi Gunung Kelud," katanya.

Ia mengtakan saat ini layanan regional Jawa Timur didukung oleh 48 Grapari, sedangkan layanan regional Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) didukung oleh 38 Grapari.

"Keseluruhan sentra pelayanan tersebut melayani pelanggan sesuai dengan jam operasional seperti biasa. Jadi, pelayanan tetap berlangsung normal pascaerupsi Gunung Kelud," katanya.

Menurut dia, untuk percepatan penanggulangan bencana, Telkomsel akan menyiagakan unit siaga bencana Telkomsel Emergency Response and Recovery Activity (TERRA).

Di lokasi-lokasi pengungsi, kata dia, Telkomsel juga akan mengerahkan Mobile Grapari dan memberikan layanan telepon gratis untuk para pengungsi korban bencana erupsi Gunung Kelud.

"Kami juga menyediakan kartu dan pulsa gratis kepada para pengungsi dan masyarakat yang terkena dampak letusan Gunung Kelud senilai Rp500 juta," katanya.

(B015)

Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.