Logo Header Antaranews Jogja

Sultan kunjungi pembersihan abu vulkanik Kelud

Selasa, 18 Februari 2014 17:22 WIB
Image Print
Sri Sultan HB X (Foto antarayogya.com)

Sleman (Antara Jogja) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Selasa, mengunjungi pembersihan abu vulkanik akibat letusan Gunung Kelud di tempat vital dan fasilitas publik di Kabupaten Sleman.

Sri Sultan meminta untuk segera membersihkan tempat yang mempunyai nilai strategis seperti puskesmas, sekolah, pasar, tempat pelayanan maupun pusat kegiatan perekonomian agar aktivitas masyarakat segera pulih dengan cepat.

Sultan pertama kali mengadakan pemantauan di Puskesmas Rawat Inap Sleman di Nyaen, Desa Pandowoharjo, Kecamatan Sleman.

Di puskesmas ini kegiatan pelayanan tetap berlangsung meskipun dengan kondisi genteng dan halaman masih tertutup abu vulkanik, bahkan karena belum diguyur hujan jika tertiup angin abu masuk ke ruangan.

Tempat ini juga melayani persalinan maka upaya untuk menjaga kebersihan ruang cukup mendapat perhatian dengan selalu dilakukan pengepelan lantai setiap saat dan penutupan ruang.

"Di puskesmas ini Gubernur juga menyerahkan bantuan berupa Mobil Pemadam kebakaran dengan tangga hidrolis bantuan Pemerintah DIY ke Kabupaten Sleman, serta alat-alat penunjang kegiatan kerja bhakti seperti sekop, karung, dan gerobak sorong," kata Kabag Humas Setda Kabupaten Sleman Endah Sri Widiastuti.

Mobil pemdam kebakaran bantuan ini langsung digunakan untuk menyemprot genting Puskesmas dan genting SD Negeri Nyaen dibantu dengan mobil "water canon" dari Polda DIY.

Selanjutnya Gubernur melanjutkan peninjuan ke Pasar Turi karena ditempat ini juga merupakan kegiatan yang cukup penting untuk menggerakkan roda perekonomian di wilayah Turi dan sekitarnya.

"Perlu penanganan secepatnya agar kegiatan perdagangan di pasar Turi segera dapat pulih seperti sedia kala," katanya.

Kemudian rombongan Gubernur yang juga disertai Kapolda DIY, Danrem DIY, Danlanal, Gubernur AAU serta pejabat dilingkungan DIY serta Bupati Sleman Sri Purnomo yang disertai dengan pejabat Sleman melakukan peninjauan ke Pasar Ikan dan pembenihan ikan nila Garongan Girikerto Turi.

"Di tempat ini gubernur melakukan dialog dengan petani ikan dan petani salak pondoh Turi," katanya.

Dalam dialog ini masyarakat Turi menyampaikan tanaman salak di Turi produksinya tidak terpengaruh dengan adanya abu vulkanik namun tetap mengharapkan adanya hujan walaupun para petani sendiri juga sudah berupaya untuk menyiram tanaman salak dengan air yang ada.

Hanya untuk pemasaran di wilayah Jawa Timur mengalami kendala denga terhentinya permintaan, namun untuk eksport ke Cina tidak mengalami kendala.

"Sementara untuk keadaan perikanan dilaporkan tidak mengalami permasalahan dan belum dijumpai adanya ikan yang mati hanya saja pada hari pertama hujan abu ikan-ikan mengalami penurunan nafsu makan," katanya.

Namun karena kondisi pengairan yang baik dan kolam yang ada air selalu berganti sehingga kesehatan ikan tidak terganggu.

(V001)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026