Logo Header Antaranews Jogja

Sleman selenggarakan forum kewaspadaan dini

Kamis, 5 Juni 2014 18:34 WIB
Image Print
Kabupaten Sleman

Sleman (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis menyelenggarakan sarasehan forum kewaspadaan dini untuk menyikapi berbagai kejadian kekerasan yang muncul di wilayah setempat beberapa waktu lalu.

"Saresehan ini diselenggarakan mengingat akhir-akhir ini, kembali marak gesekan antarwarga dengan berbagai kepentingan yang melatar belakanginya, semakin merebaknya kasus kriminalitas dengan berbagai modus serta penyalahgunaan narkoba," kata Bupati Sleman Sri Purnomo.

Menurut dia, walau kondisi Kabupaten Sleman tetap kondusif, namun tetap harus waspada dan harus terus memupuk kewaspadaan dini warga masyarakat.

"Hal ini mengingat kondisi masyarakat Sleman yang heterogen dengan berbagai latar belakang, memiliki potensi akan munculnya gesekan atau konflik, yang pada akhirnya akan merugikan kita semua," katanya.

Selain itu, kata dia, keberadaan Kabupaten Sleman sebagai daerah tujuan pendidikan dan pariwisata, menuntut semua untuk senantiasa menjaga citra Sleman dan DIY yang nyaman dan kondusif.

"Terlebih lagi, bergulirnya roda kehidupan masyarakat kita, sangat tergantung dengan terciptanya suasana yang aman dan kondusif, jauh dari konflik dan maraknya kriminalitas," katanya.

Sri Purnomo mengatakan, bahwa forum kewaspadaan dini merupakan media untuk mendorong dan memotivasi peran aktif masyarakat untuk ikut mewaspadai berbagai hal, yang berpotensi menjadi ancaman terhadap kehidupan masyarakat.

"Dengan kewaspadaan dini yang dimiliki masyarakat, diharapkan masyarakat dapat mengenali dan mengetahui sejak dini, kemungkinan adanya faktor-faktor pemicu dan tanda-tanda terjadinya bencana dengan mengamati indikasi-indikasinya, sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan sejak dini," katanya.

Pada kesempatan tersebut bupati juga mengingatkan bahwa saat ini sudah memasuki proses pelaksanaan Pilpres 2014. Diharapkan pada masa kampanye, saat pemilihan, dan pascapemilihan nanti, di wilayah Kabupaten Sleman tetap terciptanya ketertiban dan ketentraman masyarakat.

"Kami mengajak dan mengimbau semua pihak baik itu tim kampanye calon presiden dan wakil presiden, para pimpinan partai, kader, masyarakat pemilih, penyelenggara pemilu atau KPUD dan jajaran aparat sipil, polisi atau TNI untuk menjaga proses demokrasi ini dengan jujur, santun, tertib, dan demokratis," katanya.

Ia mengatakan, melalui sarasehan ini pula, forum kewaspadaan dini masyarakat dapat menginventarisir serta meng-"up date", berbagai potensi ganguan dan ancaman yang dapat muncul di tengah-tengah masyarakat.

"Dengan demikian berbagai potensi tersebut, dapat kita tanggulangi dan diminimalisir sedini mungkin, dengan kearifan lokal sebagai masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta," katanya.

Bupati Sleman mengatakan, bahwa anggota forum kewaspadaan dini punya pengaruh di masyarakat, untuk itulah agar bisa meredam segala kemungkinan yang terjadi terutama dalam Pilpres agar bisa berjalan lancar, sukses dan damai tidak aada konflik.

"Dengan kewaspadaan dini agar kemungkinan terjadinya konflik bisa diketahui dan dicari jalan keluarnya dengan baik agar tidak dikotori oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," katanya.

Menyinggung maraknya pemberitaan di media massa, bupati berharap agar tidak mudah terprokokasi informasi yang tidak jelas yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. "Yang jelas keutuhan Kabupaten Sleman jauh lebih penting," katanya.

(V001)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026