
Legislator nilai BUMD Kulon Progo kurang inovatif

Kulon Progo (Antara Jogja) - Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Ponimin Budi Hartono menilai badan usaha milik daerah kurang inovatif dalam menangkap peluang usaha sehingga tidak dapat berkembang.
Menurut Ponimin Budi Hartono di Kulon Progo, Jumat, pengelola dan pimpinan badan usaha milik daerah (BUMD) di daerah itu belum berjiwa "businessman" atau pengusaha melainkan masih orang yang bangga menjadi pejabat pemerintah.
"Kalau orang-orang yang duduk di BUMD adalah businessman, mereka akan melakukan berbagai inovasi dan mampu menangkap peluang bisnis dengan adanya rencana sejumlah mega proyek. Kalau jiwa mereka masih PNS, ya bagaimana BUMD berkembang," kata Ponimin.
Ia mengatakan banyak peluang usaha yang bisa dikembangkan oleh BUMD. BUMD harus mencari potensi sumber daya alam yang ada seperti batu andesit yang pasti tidak pernah rugi dan produksinya akan dibutuhkan masyarakat.
Ponimin mengatakan BUMD harus mengembangkan perusahaan rendemik yakni bahan baku semen, pasir dan batu. Potensi pendapatannya sangat besar di masa yang akan datang seiring perkembangan dan pertumbuhan mega proyek di Kulon Progo.
"Apabila, kesempatan ini tidak mampu ditangkap oleh BUMD, pasti pihak lain akan menangkapnya," katanya.
Selain itu, Ponimin mengatakan BUMD harus menangkap peluang mengembangkan objek wisata di Kulon Progo dengan bekerja sama dengan pihak swasta. Misalnya mengembangkan kawasan Waduk Sermo sebagai wisata alam dan wisata air.
Menurut dia, pengembangan daerah tujuan wisata perlu sentuhan dan campur tangan modern, dan kalau tidak maka tidak akan pernah dilirik oleh wisatawan baik domestik atau asing.
"Hal inilah yang belum ditangkap oleh BUMD Kulon Progo sehingga BUMD belum optimal memberikan kontribusi secara maksimal kepada pendapatan asli daerah (PAD)," kata dia.
Sementara itu anggota Fraksi PDIP DPRD Kulon Progo Tjatur Nugroho mengatakan dirinya melihat BUMD Kulon Progo secara perlahan mulai bangkit dan menyumbangkan PAD meski belum optimal.
"Saat ini aneka usaha telah dilakukan seperti membuka bengkel kerja, meski belum maksimal tetapi sudah berkembang bagus," kata Tjatur.
(KR-STR)
Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
