
DKP Kulon Progo melaksanakan pengawasan pangan asal ikan di Potrojaten

Kulon Progo (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melaksanakan pengawasan keamanan pangan asal ikan di Pasar Potrojaten, Kalurahan Bumirejo.
"Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan produk perikanan yang beredar di masyarakat aman dikonsumsi, memenuhi standar mutu pangan, serta mendukung stabilitas sektor perikanan," kata Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan DKP Kulon Progo Wakhid Purwosubiyantoro di Kulon Progo, Selasa.
Dalam kegiatan tersebut, kata dia, petugas melakukan pengambilan sampel produk olahan ikan berupa bandeng presto dan ikan pindang untuk dilakukan uji mikroba di BPPVET Wates. Pengujian ini dilakukan guna memastikan keamanan pangan, dan mengetahui tingkat kesegaran produk.
"Pengambilan sampel juga untuk memverifikasi bahwa produk olahan ikan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan layak dikonsumsi masyarakat," katanya.
Selain itu, lanjut Wakhid, petugas juga melakukan uji formalin terhadap produk ikan olahan kering yang dijual oleh tiga pedagang pasar. Sampel yang diuji meliputi teri nasi, teri gundul, dan wader asin. Berdasarkan hasil pengujian, ditemukan bahwa sampel teri nasi dan wader asin positif mengandung formalin.
Formalin diketahui merupakan zat karsinogenik atau pemicu kanker yang dilarang keras digunakan dalam bahan pangan. Pedagang juga diberikan pemahaman terkait sanksi hukum dan kemungkinan penyitaan barang dagangan apabila terbukti melanggar peraturan perundang-undangan pangan.
"Menindaklanjuti temuan tersebut, petugas memberikan pembinaan dan edukasi kepada para pedagang mengenai bahaya penggunaan formalin dalam pangan," katanya.
Petugas selanjutnya mengarahkan pedagang untuk mengembalikan produk yang positif mengandung formalin kepada pemasok serta beralih menggunakan pemasok yang lebih aman dan terpercaya. Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula pencatatan harga ikan pada pedagang eceran.
"Kegiatan ini bertujuan untuk memantau stabilitas pasokan dan permintaan ikan di pasar, menjaga stabilitas ekonomi sektor perikanan, serta mendukung pengendalian laju inflasi daerah," katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
