Logo Header Antaranews Jogja

92 sapi kurban Bantul terkena cacing hati

Selasa, 7 Oktober 2014 19:45 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto imakahi.wordpress.com)

Bantul (Antara Jogja) - Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat sedikitnya 92 ekor sapi kurban pada Idul Adha 1435 Hijriah di wilayah ini terkena cacing hati atau fasciola hepatica.

"Data yang kami terima dari petugas kesehatan hewan sampai hari ada sebanyak 92 sapi yang terkena cacing hati, data itu baru berasal dari 44 desa," kata Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul, Witanta, Selasa.

Menurut dia, cacing hati yang ditemukan pada hati sapi tersebut baru berasal dari total sebanyak 3.373 sapi yang disembelih di 44 desa, sementara dari hasil penyembelihan hewan kurban di 31 desa lainnya belum melaporkan ke dinas ini.

"Sekarang ini datanya masih sementara, karena di Bantul ada 75 desa, kami harapkan besok (Rabu,8/10) semua sudah melaporkan hasil penyembelihan hewan kurban," kata Witanta.

Adapun untuk penyembelihan hewan kurban lainnya di 44 desa tersebut, kata dia tercatat sebanyak 2251 kambing dan 3315 domba, dan berdasarkan hasil pemeriksaan petugas kesehatan tidak ditemukan adanya penyakit yang membahayakan manusia.

Menurut dia, meskipun ditemukan cacing hati pada sapi tersebut, namun dagingnya tetap dapat dikonsumsi manusia setelah hati pada hewan kurban tersebut dipisahkan, dan petugas menganjurkan agar hati yang rusak tersebut dimusnahkan dan tidak dikonsumsi.

"Hati yang sudah rusak (mengandung cacing hati) tidak dapat dikonsumsi dan harus disingkirkan, secara ekonomi cacing hari ini memang merugikan karena hati tersebut tidak dapat dimanfaatkan," katanya.

Ia mengatakan, cacing hati pada hewan kurban disebabkan beberapa faktor di antaranya pakan yang diberikan ketika masa pertumbuhan hewan itu masih basah, maupun terlalu banyak diberikan pakan jerami atau daun sisa panen padi.

"Petani kadang-kadang enggan menjemur pakan yang masih basah, selain itu sering memberi pakan jerami yang merupakan tempat calon cacing hati, karena siklus cacing hati itu bisa melalui siput yang berasal dari bawah," katanya.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026