
Paguyuban Becak Wisata Yogyakarta harapkan pembinaan

Yogyakarta (Antara Jogja) - Belasan pengemudi becak yang tergabung dalam Paguyuban Becak Wisata Yogyakarta melakukan audiensi ke DPRD Kota Yogyakarta dan berharap memperoleh pembinaan untuk meningkatkan pelayanan kepada wisatawan termasuk persiapan menghadapi hari tua.
"Pengemudi becak wisata ini cukup banyak, sekitar 1.500 orang dan tidak semuanya memiliki keterampilan cukup sehingga perlu tambahan pembinaan," kata Ketua Paguyuban Becak Wisata Yogyakarta Paimin di Yogyakarta, Selasa.
Menurut dia, kebutuhan pengemudi becak cukup beragam di antaranya meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris untuk melayani wisatawan asing, serta ada pula pengemudi yang sudah berusia tua sehingga perlu beralih pekerjaan.
Selama ini, lanjut dia, fasilitasi yang diberikan pemerintah melalui Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta adalah kursus singkat peningkatan kemampuan Bahasa Inggris. "Namun, kursus baru diberikan jika kami mengajukan proposal," lanjutnya.
Paguyuban becak tersebut juga berharap pemerintah segera mengambil keputusan terkait status becak motor yang jumlahnya semakin banyak dari waktu ke waktu.
"Jika memang dilarang, pemerintah harus segera melarangnya. Namun, jika keberadaan mereka dilegalkan, status itu harus segera diberikan. Kami butuh kepastian," katanya.
Ia menyadari jika sebagian besar pengguna becak motor tersebut adalah pengemudi becak yang sudah berusia tua dan tidak lagi memiliki tenaga kuat untuk mengayuh becak. "Mereka juga teman-teman kami," katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Yogyakarta Sujanarko mengatakan, berbagai pembinaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta tentu hanya akan ditujukan kepada pengemudi becak yang menjadi warga Kota Yogyakarta.
"Kebijakan pemerintah tentu akan menyasar ke warganya. Hal ini mohon dimengerti," katanya.
Ia berharap paguyuban segera menyusun daftar program yang diharapkan termasuk data pengemudi becak yang tergabung dalam paguyuban tersebut.
(E013)
Pewarta : Oleh Eka Arifa Rusqiyati
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
