
BLH Yogyakarta uji coba biogas pada 2015

Yogyakarta (Antara Jogja) - Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta akan melakukan uji coba pemanfaatan biogas hasil pengolahan sampah dari tempat pembuangan sampah terpadu di Nitikan pada 2015.
"Rencananya, akan ada bantuan dua unit peralatan biogas dari GIZ. Harapannya, peralatan itu bisa segera diujicobakan," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta Irfan Susilo di Yogyakarta, Senin.
Satu unit peralatan senilai sekitar Rp15 juta tersebut memiliki kapasitas untuk mengalirkan biogas yang dihasilkan ke sekitar 20 rumah.
"Selain di Nitikan, uji coba biogas tersebut juga akan dilakukan di wilayah lain. Hanya saja, kami belum menentukannya," katanya.
Irfan mengatakan pemanfaatan hasil pengolahan sampah organik menjadi biogas adalah salah satu upaya yang efektif untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan.
"Jika hasil dari ujicoba tersebut baik, maka kami akan berupaya menambah peralatan sehingga jumlah rumah tangga yang menikmati biogas akan lebih banyak," katanya.
Ia mengatakan biogas adalah energi alternatif yang murah dan ramah lingkungan. "Harapannya, pengeluaran rumah tangga untuk membeli elpiji bisa dikurangi, karena mereka sudah menggunakan biogas," katanya.
Meskipun demikian, Irfan mengatakan belum memiliki penghitungan teknis mengenai jumlah sampah yang harus diolah untuk menghasilkan biogas secara terus menerus.
"Mungkin saja ada masanya biogas tersebut habis, sehingga masyarakat perlu memiliki elpiji cadangan yang bisa digunakan sewaktu-waktu," katanya.
Tempat pembuangan sampah terpadu di Nitikan, Kota Yogyakarta, selain digunakan untuk mengolah sampah organik dari rumah tangga menjadi kompos, juga akan digunakan sebagai gudang bank sampah.
"Operasional gudang bank sampah diharapkan bisa dilakukan mulai tahun depan. BLH sudah bekerja sama dengan salah satu pabrik yang akan membeli sampah di bank sampah," katanya.
Selain itu, BLH Kota Yogyakarta merencanakan menambah fasilitas di seluruh tempat pembuangan dan depo sampah, yaitu menambah atap atau naungan agar tidak kehujanan.
"Ada beberapa tempat pembuangan dan depo sampah yang belum memiliki atap. Tahun depan, semuanya akan diberi atap," katanya. Di Kota Yogyakarta terdapat 74 tempat pembuangan sampah milik pemerintah ditambah sembilan depo sampah.
(E013)
Pewarta : Oleh Eka Arifa Rusqiyati
Editor:
Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
