
Disbudpar Gunung Kidul kaji temuan fosil Karangmojo

Gunung Kidul (Antara Jogja) - Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengkaji temuan ratusan fosil di sekitar Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo.
Kasi Perlindungan Benda Cagar Budaya Disbudpar Gunung Kidul Winarsih di Gunung Kidul, Jumat, mengatakan pihaknya akan mengkaji ratusan fosil yang sudah ditemukan warga.
"Sudah ada 413 penemuan fosil di Gunung Kidul," ungkap Winarsih.
Ia mengatakan penemuan ini sebagian besar disepanjang alur Sungai Oya. Pada masa lalu sekitar sungai merupakan pusat kehidupan.
"Sepanjang sungai merupakan pusat kehidupan, kehidupan prasejarah berpusat di Alur Sungai Oya," ucapnya.
Hari ini, Disbudpar mengunjungi rumah salah satu penemu fosil Bambang Sukito, dan melakukan pengecekan terhadal fosil.
"Kami hanya melakukan pendataan saja, datanya akan dikirim ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta," ujarnya.
Winarsih mengatakan nantinya jika hasil penelitian menunjukkan fosil tersebut memang bisa digunakan untuk penelitian maka akan disimpan sebagai aset negara, bila tidak maka akan dikembalikan kepenemu.
"Kalau hanya fosil yang sudah banyak ditemukan, maka bisa dimiliki. Namun, jika memang bisa digunakan untuk penelitian maka akan disimpan negara dan penemu akan mendapatkan kompensasi," tutur Winarsih.
Sementara itu, salah seorang penemu Bambang Sukito mengatakan pihaknya akan memberikan fosil hasil temuannya jika memang berguna bagi penelitian. "Saya siap menyerahkan," katanya.
(KR-STR)
Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
