Bantul bangun saluran pembuang irigasi Rp2,75 miliar

id Irigasi

Bantul bangun saluran pembuang irigasi Rp2,75 miliar

Jaringan irigasi (Foto antaranews.com)

Bantul (Antara Jogja) - Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tahun anggaran 2015 menyiapkan anggaran Rp2,75 miliar untuk membangun saluran pembuang irigasi di Kecamatan Kretek.

"Tahun ini ada pekerjaan membangun saluran pembuang irigasi di 11 lokasi yang tersebar di semua desa di wilayah Kretek, dengan total biaya sekitar Rp2,75 miliar," kata Kasi Rehabilitasi dan Pengembangan Jaringan Irigasi Dinas SDA Bantul Sigid Pulunggono di Bantul, Rabu.

Menurut dia, dimulainya pembangunan saluran pembuang irigasi tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Bantul Sri Surya Widati di lokasi pekerjaan wilayah Dusun Bedog, Desa Donotirto, Rabu (6/5).

Sigid mengatakan pembangunan saluran pembuang irigasi di fokuskan di wilayah Kretek, karena daerah tersebut merupakan daerah hilir yang berpotensi banjir dan menggenangi lahan pertanian setempat jika terjadi hujan deras.

"Yang jelas saluran pembuang irigasi ini berfungsi untuk mengurangi genangan air, karena kalau banjir sampai sawah, seperti di Bedog itu masuknya (air) dari Sungai Oya, sehingga kalau sudah ada saluran mudah-mudahan air bisa tertampung," katanya.

Ia mengatakan, pembangunan saluran pembuang irigasi di Bantul sudah dirintis sejak tahun lalu, bahkan khusus di wilayah Bedog Desa Donotirto tersebut sudah dilakukan sejak 2014, sebab daerah itu merupakan langganan banjir air hujan.

"Tahun 2014 Dinas SDA Bantul sudah merintis dengan membangun saluran spenjang 130 meter sebab sering dilanda banjir yang menggenangi sawah, tapi alhamdulillah peristiwa hujan beberapa hari lalu, tidak ada genangan," katanya.

Menurut dia, khusus di wilayah Bedog tersebut, pemerintah berencana membangun saluran pembuang irigasi sepanjang 150 meter, namun pada 2015 pihaknya baru akan merealisasikan 75 meter yang sudah dalam rencana kegiatan.

"Tahun ini ada kegiatan pembangunan sepanjang 75 meter, sehingga masih ada sekitar 75 meter yang belum, harapan masyarakat dan petani pada tahun anggaran 2016 pembangunan bisa dilanjutkan," katanya.

(KR-HRI)

Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.