Logo Header Antaranews Jogja

PDAM Bantul harapkan dana penyertaan program MBR

Kamis, 6 Agustus 2015 20:51 WIB
Image Print
Kantor PDAM Bantul, DIY (Foto Antara/Hery Sidik)

Bantul (Antara Jogja) - Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Dharma Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan dana penyertaan modal untuk program sambungan baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah setempat.

"Dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan ini harapannya ada alokasi dana penyertaan untuk program MBR (masyarakat berpenghasilan rendah)," kata Direktur Umum PDAM Bantul Yudi Indarto di Bantul, Kamis.

Menurut dia, program sambungan air bagi MBR sudah digulirkan sejak beberapa tahun lalu guna membantu masyarakat kurang mampu yang kesulitan mendapatkan air bersih, terutama warga yang berada di wilayah lereng perbukitan.

Ia mengatakan, sejauh ini PDAM Bantul telah merealisasikan program MBR dengan pemasangan sambungan baru sekitar 800 sambungan, atau masih kurang sekitar 200 sambungan dari yang ditargetkan seribu sambungan baru.

"Makanya perlu ada dana penyertaan untuk program MBR itu, ini juga dalam rangka mengantisipasi kekeringan, sehingga bagaimana kami berupaya bisa melayani masyarakat," kata Yudi Indarto.

Menurut dia, dengan program MBR tersebut maka setiap pelanggan akan mendapatkan keringanan biaya dalam pemasangan jaringan, tidak seperti sambungan yang dibebankan kepada pelanggan baru yang bukan dari kalangan MBR.

"Kalau reguler biaya pemasangannya sebesar Rp750 ribu per sambungan, sementara program MBR ini hanya Rp250 ribu, karena yang sebesar Rp500 ribu mendapat subsidi dari pemerintah," katanya.

Yudi mengatakan, syarat warga yang bisa mendapatkan program MBR ini adalah warga kurang mampu secara ekonomi, dan memiliki daya listrik maksimal 1300 watt.

"Program MBR ini memang untuk menjangkau masyarakat kecil, untuk merealisasikannya butuh dukungan stakeholder, saat ini pelanggan PDAM Bantul mayoritas perumahan-perumahan, terutama yang baru-baru ini," katanya.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026