Akademisi: nalar kritis generasi muda perlu dibangun

id nasionalisme generasi muda

Akademisi: nalar kritis generasi muda perlu dibangun

ilustrasi (istimewa)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Nalar kritis dan nasionalisme di kalangan generasi muda perlu dibangun untuk menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks, kata seorang akademisi Universitas Islam Negeri
Sunan Kalijaga Yogyakarta.

"Nalar kritis dan nasionalisme sangat dibutuhkan generasi muda karena mereka adalah para penerus pembangunan bangsa," kata dosen Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga
Yogyakarta Ahmad Anfasul Marom di Yogyakarta, Sabtu.

Pada seminar "Reaktualisasi Kebangsaan Generasi Muda" di UIN Sunan Kalijaga, ia mengatakan ke depan dibutuhkan sebuah gerakan untuk membangun kembali nalar kritis dan nasionalisme di kalangan generasi
muda Indonesia.

"Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan membuka ruang publik bagi generasi muda untuk berdiskusi dan berkreasi. Upaya itu membutuhkan kinerja lintas sektoral, bukan hanya sektor pendidikan,"
katanya.

 Menurut dia, saat ini nalar kritis dan nasionalisme generasi muda di Indonesia ditengarai semakin memudar sebagai dampak dari globalisasi. Kondisi itu membuat sebagian besar generasi muda berpikir hedonis dan
pragmatis.

"Pemikiran hedonis dan pragmatis itu menguasai sebagian besar generasi muda Indonesia. Generasi muda yang memiliki kritis memang masih ada, tetapi jumlahnya tidak banyak," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, perlu usaha maksimal untuk membangun kembali nalar kritis dan nasionalisme di kalangan generasi muda. Hal itu penting untuk meningkatkan kembali nasionalisme serta membangun rasa kebersamaan dan kebanggaan sebagai Bangsa Indonesia.

"Dengan demikian, generasi muda Indonesia memiliki ketahanan terhadap segala bentuk penetrasi kepentingan asing yang dapat menjadi ancaman terhadap keutuhan bangsa dan negara," katanya.
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar