Generasi muda Yogyakarta dilatih teknik grafir kayu digital

id Generasi muda ,Pelatihan Grafir Kayu Digital ,ISI Yogyakarta

Generasi muda Yogyakarta dilatih teknik grafir kayu digital

Pelatihan Grafir Kayu Digital bagi generasi muda oleh Tim Pengabdian Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta di Sanggar Kreatif Avta Mandiri Yogyakarta. ANTARA/HO-Dok ISI Yogyakarta

Yogyakarta (ANTARA) - Tim Pengabdian Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta telah mengadakan pelatihan Grafir Kayu Digital tahap 1 bagi generasi muda di Sanggar Kreatif Avta Mandiri, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Kegiatan dalam rangkaian Program Inovasi Seni Nusantara (PSM) 2025 itu menandai dimulainya proses produksi nyata hasil pelatihan desain dan instalasi teknologi yang telah dilakukan bulan sebelumnya," kata Ketua Tim Pengabdian ISI Yogyakarta Nandang Septian dalam keterangannya di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, pelatihan grafir kayu digital yang digelar beberapa hari lalu tersebut menjadi titik penting, yang mana peserta mulai melihat hasil dari proses panjang pembelajaran desain dan teknologi.

"Dalam pelatihan mereka menyaksikan langsung bagaimana karya digital berubah menjadi produk nyata di atas kayu. Dari proses ini lahir kebanggaan baru dan semangat untuk terus berinovasi," katanya.

Melalui pelatihan tersebut, ISI Yogyakarta mendorong Avta Mandiri untuk tidak hanya menguasai teknologi grafir digital, tetapi juga membangun kemandirian kreatif dalam mengelola produksi dan mengembangkan produk unggulan yang berdaya saing di pasar industri kreatif.

Sementara itu, anggota tim Pengabdian yang juga Dosen Desain Produk ISI Yogyakarta Silvya Bintang Ayu Candradewi mengatakan, setiap peserta yang merupakan anak muda dilatih memahami karakter material kayu serta pengaturan mesin grafir sesuai desain.

"Kami tekankan pentingnya kepekaan terhadap material. Hasil yang baik bukan hanya karena teknologi, tapi juga karena pemahaman terhadap bahan," katanya.

Sementara itu, Ketua Avta Mandiri Sukamto mengatakan menyampaikan terima kasih atas pelatihan grafir kayu digital tersebut, karena pihaknya merasa seperti mempunyai pabrik kecil sekarang.

"Dulu kami hanya bisa bermimpi punya alat seperti itu, namun sekarang kami bisa produksi sendiri, bahkan anak-anak muda di sini ikut semangat belajar," katanya.

Sedangkan salah satu mahasiswa pendamping kegiatan tersebut, Raheesh Hafid Mahardika menceritakan pengalaman uniknya ketika mendampingi peserta.

"Saya juga belajar banyak dari cara mereka beradaptasi. Meski ada keterbatasan fisik, mereka punya ketelitian dan kesabaran yang luar biasa saat mengatur pola grafir," katanya.

Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.