Pakar tekankan peran nutrisi cegah anemia remaja, Gizigrow sampaikan komitmen edukasi

id gizigrow,nutrisi,anemia,edukasi

Pakar tekankan peran nutrisi cegah anemia remaja, Gizigrow sampaikan komitmen edukasi

Gizigrow. (ANTARA/HO-RGT)

Yogyakarta (ANTARA) - Kekurangan zat besi masih menjadi salah satu pemicu utama anemia pada remaja di Indonesia. Pakar gizi menegaskan pentingnya pola makan seimbang berbasis sumber zat besi serta kebiasaan yang mendukung penyerapan nutrisi agar performa belajar dan aktivitas fisik remaja tidak terganggu.

Menurut ahli gizi klinis, pemenuhan zat besi harian remaja perlu mendapat perhatian karena kebutuhan meningkat pada masa pertumbuhan, terutama pada remaja putri. Kombinasikan sumber hewani dan nabati, lalu tambahkan vitamin C agar penyerapannya optimal.

Zat besi hewani (heme) dari daging, ayam, ikan, dan hati cenderung lebih mudah diserap, sementara zat besi non-heme dari tempe, tahu, kacang-kacangan, sayuran hijau, serta sereal fortifikasi tetap bermanfaat bila dikombinasikan dengan strategi yang tepat.

Kebiasaan sederhana dinilai berdampak besar. Konsumsi buah kaya vitamin C, seperti jeruk, jambu, kiwi, stroberi, atau paprika bersamaan dengan menu ber-zat besi dapat meningkatkan penyerapan.

Sebaliknya, teh dan kopi sebaiknya diberi jeda satu hingga dua jam dari makan utama untuk meminimalkan penghambat. Asupan kalsium dosis besar juga dianjurkan tidak dikonsumsi berbarengan, melainkan diberi jarak waktu agar tidak mengurangi penyerapan zat besi.

Teknik pengolahan seperti perendaman, perkecambahan, dan fermentasi pada kacang atau biji-bijian turut membantu menurunkan anti-nutrien sehingga mineral lebih mudah diserap.

Remaja juga disarankan mengenali tanda dan gejala anemia seperti mudah lelah, pucat, pusing, serta kesulitan berkonsentrasi. Bila keluhan berlanjut, pemeriksaan laboratorium termasuk hemoglobin dan ferritin dapat membantu memastikan kondisi dan menentukan penanganan.

Sebagai panduan praktis, pakar merekomendasikan susunan menu sederhana yang dapat diadaptasi keluarga. Sarapan oats fortifikasi dengan buah kaya vitamin C, makan siang nasi dengan tumis daging atau ayam berpadu sayuran hijau, dan makan malam ikan seperti sarden atau kembung dengan tumis brokoli menjadi contoh kombinasi terjangkau.

Bagi remaja vegetarian, porsi tempe, tahu, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan produk fortifikasi dapat dipadukan dengan sumber vitamin C di setiap waktu makan.

Dalam kesempatan terpisah, Gizigrow menyatakan dukungannya terhadap edukasi gizi remaja.

"Misi Gizigrow adalah membantu keluarga membangun kebiasaan makan yang lebih baik melalui edukasi dan pilihan produk bergizi sebagai pelengkap pola makan seimbang. Kami mendorong remaja memenuhi kebutuhan zat besi dari makanan utama, sementara produk kami dapat digunakan sebagai opsi pendamping sesuai kebutuhan," ujar Vania, Brand Development PT Rumbaka Gung Triwikrama, Principal Gizigrow.

Pihak perusahaan menekankan pentingnya membaca label gizi, memperhatikan porsi, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila diperlukan.

"Produk Gizigrow bukan pengganti terapi medis; hasil dapat berbeda pada tiap individu. Kami berfokus pada literasi gizi dan kemudahan akses informasi bagi orang tua dan remaja," katanya.

Sekolah dan orang tua diminta berkolaborasi memperbaiki kebiasaan makan remaja melalui kantin sehat, edukasi label gizi, serta pembiasaan membawa bekal. Para pakar menilai, pencegahan anemia bukan hanya soal angka laboratorium, melainkan investasi jangka panjang untuk kualitas hidup.

Dengan nutrisi tepat, kebiasaan yang mendukung penyerapan, serta pemantauan kesehatan yang bertanggung jawab ditunjang oleh edukasi publik dari pelaku industri seperti Gizigrow remaja diharapkan tumbuh aktif, fokus, dan produktif.

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.