
SPSI Gunung Kidul: perusahaan kurangi jam kerja

Gunung Kidul, (Antara Jogja) - Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menemukan 12 perusahaan yang memilih untuk mengurangi jam kerja karyawan akibat ekonomi yang terus melambat.
"Pengurangan jam ini untuk mengurangi ongkos produksi dan menyelamatkan perusahaan akibat perekonomian yang melambat," kata Sekretaris SPSI Gunung Kidul, Agus Budi Santoso di Gunung Kidul, Senin.
Ia mengatakan pengurangan ini perusahaan menerapkan lima hari kerja dan lima hari libur. Sebelumnya enam hari kerja, sehingga perusahaan tersebut menjadwalkan ulang kegiatan operasionalnya.
"Mereka mengurangi jam kerja untuk menyelamatkan perusahaan," katanya.
Diakuinya, perusahaan di Gunung Kidul terdampak lesunya perekonomian global. Namun demikian, sampai saat ini belum ada laporan terkait pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Kami belum menerima laporan terkait pemutusan hubungan kerja," katanya.
Meski belum ada laporan PHK, pihaknya berharap pemerintah daerah merespons dengan menciptakan iklim investasi yang baik di Gunung Kidul. Salah satunya dengan meyakinkan kepada pemilik modal agar mau berinvestasi di Gunung Kidul.
"Pemerintah bisa merespons dengan membuka peluang usaha di Gunung Kidul, sehingga banyak perusahaan mau menanamkan modalnya di sini," kata Agus.
Ia berharap pemerintah kreatif menyikapi lesunya perekonomian global yang saat ini melanda, sehingga meyakinkan pengusaha.
"Pemerintah daerah harus kreatif menyikapi hal ini," katanya.
Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Gunung Kidul Dwi Warna Widi Nugraha mengatakan sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan PHK terkait melambatnya perekonomian global.
"Saya belum menerima ada yang mem-PHK karyawannya, dan kami berharap tidak ada," katanya.***4***
(KR-STR)
Pewarta : Sutarmi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
