
UNIDO dampingi Sleman menghadapi MEA

Sleman (Antara) - Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mendapat pendampingan dari "United Nations Industrial Development Organization" atau UNIDO untuk menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN.
Hal tersebut terungkap usai audiensi Tim UNIDO yang dipimpin Renevan Berkel dengan Penjabat Bupati Sleman Gatot Saptadi, di Sleman, Selasa.
Audiensi tersebut dipimpin Penjabat Sekda Sleman Iswoyo Hadiwarno, yang didampingi Staf Ahli Bupati Sleman Bidang Ekonomi dan Keuangan Sudarningsih, Asisten Bidang Pembangunan Suyamsih, dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ayu Laksmidewi.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut para kepala instansi terkait, ASITA, PHRI, Desa Wisata Pulesari, dan Fasilitator Program "Sustainable Tourism Development" untuk Kabupaten Sleman Ike Janita Dewi.
Rene Van Berkel yang didampingi Marti Yusnida mengungkapkan bahwa program utama UNIDO adalah "National Resource Efficient and Cleaner Production (RECP) Programme Indonesia".
"Inti dari program tersebut merupakan upaya terpadu dan berkelanjutan terhadap praktek-praktek lingkungan secara preventif dan tehnik-tehnik untuk mencapai produktivitas proses, produk dan pelayanan untuk peningkatan efisiensi dan pengurangan risiko terhadap manusia dan lingkungan," katanya.
Ia mengatakan, tujuan program ini adalah untuk menciptakan produksi yang bersih dan efisien sumber daya sehingga akan dapat terwujud usaha pariwisata yang lebih baik, lingkungan yang lebih bersih dan kegiatan ekonomi yang ramah lingkungan.
"UNIDO sengaja memilih Kabupaten Sleman dikarenakan Sleman merupakan salah satu kabupaten yang dicanangkan sebagai proyek percontohan program "Sustainable Tourism Development" (STD) oleh Kementerian Pariwisata RI," katanya.
Berkel mengatakan, program ini akan diawali dengan industri pariwisata khususnya industri perhotelan sehingga program ini akan turut mempermudah untuk memperoleh sertifikasi yang berstandar internasional.
"Guna mempersiapkan lembaga dan tenaga kerja yang memiliki standar internasional, UNIDO akan melaksanakan program selaama dua tahun yang akan dilaunching pada pertengahan Maret 2016 yang meliput: pelatihan, demo dan penilaian kualitas hotel, membentuk kelompok yang dapat mereplikasi pelatihan dan demo, serta Focus Grup Discussion," katanya.
Penjabat Bupati Sleman Gatot Saptadi dalam kesempatan terebut menyampaikaan apresiasi dan mendukung penuh terhadap program UNIDO yang akan diterapkan di Kabupaten Sleman.
"Program ini tentu akan memperkuat implementasi program Sustainable Tourism Development (STD) di Kabupaten Sleman yang diwakili Desa Wisata Pulesari dan nantinya akan diterapkan secara luas di sektor pariwisata," katanya.
Gatot mengatakan, yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa program tersebut akan memberikan penguatan terhadap lembaga dan pelaku pariwisata dalam menghadapi era perdagagan bebas MEA.
"Bahwa dengan inisiasi program UNIDO ini diharapkan justru akan menjadi budaya hemat dan bersih diberbagai sektor di Kabupaten Sleman," katanya.
(V001)
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
