Logo Header Antaranews Jogja

Bantul pertahankan nilai tertinggi UN SMA se DIY

Kamis, 3 Maret 2016 22:06 WIB
Image Print
Ilustrasi, Lulus UN dengan hasil terbaik (Foto Antara/M Nasrun)

Bantul, (Antara Jogja) - Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan bisa mempertahankan prestasi sebagai peraih nilai tertinggi se-DIY untuk jurusan IPS pada Ujian Nasional 4-6 April 2016.

"Tahun lalu Bantul bisa menjadi juara umum untuk IPS, kami berharap pada UN nanti tidak hanya mempertahankan, tapi jurusan IPA juga bisa mendapat nilai tertinggi," kata Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal (Dikmenof) Bantul, Masharun Ghazali di Bantul, Kamis.

Menurut dia, sebagai persiapan menghadapi UN 2016, para siswa sekolah menegah atas dan kejuruan serta madrasah (SMA/SMK dan MA) akan diberi pendalaman materi dan latihan ujian 12 kali.

Ia mengatakan, engan berbagai latihan ujian yang digelar sejumlah pihak, baik sekolah maupun yag difasilitasi kabupaten dan DIY, siswa diharapkan lebih siap secara materi dan mental saat mengikuti ujian yang sesungguhnya.

"Kalau diakumulasikan ada 12 kali, yang dilaksanakan Pemkab, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), mandiri oleh sekolah dan Pemda DIY. Kalau masih kurang, kepala sekolah akan menambah dengan menjalin kerjasama bimbingan belajar (bimbel)," katanya.

Selain pelatihan materi, kata dia, Dikmenof Bantul juga akan berkoordinasi dengan pemkab dan seluruh jajaran pemerintahan di bawahnya yaitu kecamatan dan kelurahan agar sebelum dan selama proses ujian, keamanan dan ketenangan bisa terjaga.

Ia mengatakan, salah satunya adalah dengan melarang pengusaha jasa giling padi keliling (houler) untuk keliling kampung dan di sekitar sekolah selama menjelang hingga pelaksanaan ujian.

"Kami akan meminta pada bupati agar selama pelaksanaan ujian, kondisi di sekitar sekolah tetap nyaman. PLN juga kami minta tidak melakukan pemadaman agar tidak mengganggu proses belajar dan ujian," katanya.

Masharun megatakan, pada UN nanti, ada 20 sekolah yang akan melakukan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), dari 20 sekolah itu 18 di antaranya adalah SMK, sementara dua sekolah sisanya adalah SMA.

"Untuk sekolah yang mengikuti ujian berbasis kertas saya kira latihan pendalaman materi dan try-out sudah cukup, tapi untuk yang UNBK, disamping melakukan pendalaman materi juga latihan menggunakan aplikasi komputer," katanya.***4***

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026