
Bantul dorong pertumbuhan kelompok pengolah hasil perikanan

Bantul (Antara) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong pertumbuhan kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan guna meningkatkan pendapatan masyarakat dengan memanfaatkan hasil kelautan dan perikanan.
"Sejak ada asosiasi poklahsar (kelompok pengolah dan pemasar) hasil perikanan di Bantul pertumbuhan kelompoknya luar biasa, dan ini menunjukkan ada kemajuan," kata Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Tangkap DKP Bantul Yuswarseno di Bantul, Senin.
Menurut dia, poklahsar merupakan kelompok masyarakat yang selain mengolah juga memasarkan hasil perikanan, baik ikan tangkap laut maupun ikan budi daya, mereka memasarkan ke wisatawan dalam bentuk makanan olahan guna menarik konsumen.
Ia mengatakan, poklahsar hasil perikanan di Bantul mulai ada sejak 2012 yang saat itu berjumlah sekitar 60 kelompok, namun setiap tahun terus bertambah hingga data terakhir yang tercata di dinas sekitar 150 poklahsar tersebar di 17 kecamatan.
"Pertumbuhan yang luar biasa, bahkan karena pertumbuhan kelompok ini, permintaan ikan terus mengalami kenaikan dan itu tidak akan cukup jika hanya mengandalkan pasokan ikan dari wilayah Bantul," katanya.
Yuswarseno mengatakan, kondisi ini tidak seperti Bantul beberapa tahun lalu yang mana para nelayan maupun kelompok pembudidaya setempat sulit untuk memasarkan hasil perikanan, namun saat ini stok di lokal selalu habis.
"Karena itu Bantul harus mendatangkan dari luar Bantul, dan bagi saya ini kemajuan bagi Bantul karena bisa membantu memasarkan produksi ikan dari luar Bantul ke wisatawan maupun ke warung-warung kuliner," katanya.
Sementara itu, staf Sub Bagian (Subbag) Program DKP Bantul, Rosita mengatakan produksi ikan laut di Bantul pada 2015 mencapai sekitar 360 ton ikan, sementara produksi ikan air tawar mencapai sebanyak 13 ribu ton ikan.
Menurut dia, dengan produksi ikan tersebut, Bantul masih mendatangkan pasokan berbagai jenis ikan dari luar daerah untuk mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat maupun warung-warung kuliner ikan di Kabupaten Bantul.
"Ikan yang masuk ke Bantul rata-rata sekitar 16 ribu ton per tahun, diambil dari wilayah pantai utara seperti dari Semarang untuk ikan bandeng, sedangkan lele dan gurame mendatangkan dari daerah Jawa Timur," katanya.
(KR-HRI)
Pewarta : Heri Sidik
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
