Logo Header Antaranews Jogja

DKP memperbesar ukuran benih ikan yang ditebar

Senin, 25 April 2016 21:35 WIB
Image Print
Ikan segar (Foto ANTARA/Rika Permatasari/ags/16) ()

Bantul, (Antara Jogja) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memperbesar ukuran benih ikan yang ditebar di perairan umum daerah ini agar program penambahan populasi ikan berjalan efektif.

"Evaluasi program penebaran ikan sudah dilakukan terutama dari segi benihnya, kalau tahun lalu ukurannya lima sampai tujuh cm, tahun ini minimal tujuh sampai 10 cm," kata Kepala Bidang Bina Usaha, Pengawasan dan Pengendalian DKP Bantul, Nanang Dwi Atmoko di Bantul, Senin.

Menurut dia, dengan ukuran benih ikan yang ditebar lebih besar dibanding sebelumnya diharapkan program penambahan populasi dan meningkatkan kelestarian ekosistem ikan berjalan efektif karena daya tahan hidup ikan lebih tinggi ketimbang benih ikan ukuran kecil.

Ia mengatakan pada tahun 2016 rencananya DKP akan melakukan penebaran sebanyak sekitar 200 ribu benih ikan yang tersebar di 20 titik perairan umum seperti sungai dan embung dengan setiap lokasi rata-rata sekitar 10 ribu benih berbagai jenis ikan.

"Banyak hambatan di lapangan dalam program penambahan stok ikan, seperti hama yang menjadi faktor ikan tidak bertahan hidup, tapi dengan ukuran lebih besar potensi tumbuh lebih tinggi. Ini yang kami harapkan," katanya.

Selain itu, kata Nanang, masih adanya warga yang menangkap ikan dengan cara yang tidak dianjurkan dan berpotensi merusak ekosistem ikan seperti setrum atau menggunakan bahan kimia menjadi pertimbangan penebaran benih ikan dengan ukuran lebih besar.

"Kalau menangkap ikan dengan cara memacing tidak masalah, tapi yang nyetrum itu, bahkan tahun lalu Ikan-ikan yang selama ini kita tebar seperti nila, tawes dan tombro kalau kita jaring sangat sedikit, yang ada hanya lele dan sapu-sapu," katanya.

Ia mengatakan program penebaran ikan di perairan umum sudah jadi kegiatan tahunan dinas di lokasi yang berbeda, tergantung permintaan warga dalam kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas), sebab kelompok ini yang menjaga dan memelihara.

"Kami arahnya ingin menjaga kelestarian ekosistem ikan dan keanekaragaman hayati, kalau untuk dikonsumsi tidak. Kami harap pokmaswas menjaga dari aktivitas yang merusak ekosistem ikan, warga boleh menangkap kalau ikan sudah besar," katanya.

(T.KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026