Sleman (Antara Jogja) - Kelompok tani ikan "Mino Rukun" di Desa Tegaltirto, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta sukses mengembangkan pertanian mina padi atau tanaman padi bersama dengan budidaya ikan nila.
Keberhasilan kelompok ini dibuktikan dengan peningkatan hasil panen padi dan ikan perdana yang dipimpin Bupati Sleman Sri Purnomo, Selasa.
"Kalau selama ini hanya panen padi namun saat ini para petani selain panen padi juga panen ikan nila," kata Ketua Kelompok Tani Ikan "Mino Makmur" Edi Susanto.
Menurut dia, lahan yang dipakai untuk mina padi saat ini sekitar satu hektare dengan menyewa tanah kas desa setempat.
"Setelah dikurangi untuk kolam lahan yang bisa ditanami padi 6,5 dari luas lahan, namun segi hasil padi tidak berkurang, semakin mentes dan anaknya semakin banyak, masih panen ikan juga," katanya.
Ia mengatakan beras yang dihasilkan menjadi beras organik dengan harga lebih tinggi. Dua keuntungan yang didapat yakni panen padi sekaligus panen ikan.
"Memang dari segi modal agak mahal tapi final keuntungan cukup menggiurkan. Rata rata per hektare Rp50 juta. Biaya produksi per hektare sekitar Rp40 juta," katanya.
Edi mengatakan dari hasil ubinan yang dilakukan bisa mencapai 6,8 ton per hektare padi.
"Sementara untuk panen ikan nila bisa mencapai 3,9 ton per hektare," katanya.
Bupati Sleman Sri Purnomo bangga dengan petani yang bekerja keras, terus berinovasi, dan terus mengembangkan usaha pertanian di wilayah masing-masing sehingga tidak perlu mencari nafkah di luar daerah.
"Ketahanan pangan di Sleman diupayakan bersama untuk terus mempertahankan produktitas beras," katanya.
Ia mengatakan mina padi yang telah dilaksanakan di wilayah Sleman barat dan Sleman utara cukup berhasil sehingga wilayah Berbah yang memiliki sumber air cukup juga dikembangkan untuk minapadi.
"Diharapkan kepada petani budi daya mina padi dapat dikembangkan berkelanjutan, karena keuntungan ganda yang didapat yakni bisa panen padi dengan kualitas organik yang saat ini digemari masyarakat dengan harga yang cukup tinggi serta panen ikan yang dapat meningkatkan gizi masyarakat," katanya.
Panen perdana ditandai dengan panen ikan nila terlebih dahulu oleh Bupati Sleman Sri Purnomo, Dandim Sleman Letkol Armd DJoko Sujarwo serta Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan, Kabupaten Sleman Widi Sutikno.
Dilanjutkan dengan menyusuri pematang sawah untuk melakukan panen padi menggunakan mesin pemanen padi maupun dengan cara disabit.
V001
