Bantul (ANTARA) - Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih menyebut urusan kesehatan dalam struktur pemerintahan daerah merupakan urusan yang selalu diprioritaskan karena menjadi fondasi dalam keberhasilan sektor pembangunan daerah.
"Urusan-urusan lain sangat bergantung pada kesehatan. Oleh karena itu, seluruh sivitas yang diberi amanah menjalankan fungsi layanan kesehatan harus terus memperbaiki diri dan organisasi," kata Bupati Halim pada apel bersama tenaga kesehatan tahun 2026 di Bantul, Sabtu.
Baca juga: Menkes: Influenza A (H3N2) flu biasa, sudah ada sejak dulu
Ia menekankan pentingnya membangun komitmen baru dalam memberikan pelayanan terbaik termasuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Bantul.
Oleh karena itu, Bupati Halim mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk bersama-sama memperbaharui niat, semangat, serta ikhtiar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.
Menurut dia, momentum pergantian tahun menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi sekaligus menyusun langkah ke depan agar pelayanan kesehatan semakin berkualitas dan merata.
Baca juga: Menkes: Total peserta CKG pada 2025 tembus 70 juta orang
"Baru saja kita melewati tahun 2025, tahun yang memiliki catatan sejarah penting, baik secara individu maupun kolektif sebagai bagian dari organisasi Pemkab Bantul. Berbagai capaian kinerja dan prestasi telah kita torehkan, dan itu merupakan hasil kerja keras seluruh pihak," katanya.
Meskipun demikian, pihaknya juga menekankan bahwa keberhasilan yang telah dicapai tidak boleh membuat jajaran tenaga kesehatan berpuas diri.
"Namun sebaliknya, capaian tersebut harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan profesionalisme," katanya.
Baca juga: Gigi goyang bisa jadi menandakan masalah gusi dan penyangga gigi
Bupati Halim mengajak seluruh tenaga kesehatan menjadikan pengalaman sebagai sarana pembelajaran, sebab pengalaman dalam pelayanan kesehatan, termasuk dinamika kebutuhan masyarakat, merupakan guru terbaik untuk memperbaiki sistem dan meningkatkan mutu layanan.
"Pemkab berharap pada tahun 2026, seluruh jajaran tenaga kesehatan semakin solid, adaptif, dan inovatif dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks," katanya.
Dengan demikian, kata dia, harapannya apel bersama itu menjadi simbol penguatan komitmen bersama antara pemda dan tenaga kesehatan untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
