Sleman, (Antara Jogja) - Wisata malam dengan menggunakan mobil jip "Lava Tour Merapi" menawarkan sejumlah sensasi keindahan pemandangan alam dari kawasan lereng Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Wisata malam `Lava Tour Merapi` ini sensasinya lebih menarik dibandingkan ketika siang hari. Sensasi malam, bisa melihat gemerlap lampu-lampu Kota Yogyakarta. Setelah itu, paginya bisa menikmati `sunrise`," kata salah satu pelaku wisata "Lava Tour Merapi" Dwi Antoro di Pakem, Sleman, Jumat.
Menurut dia, wisata malam jip seperti ini dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dari kawasan objek wisata Kaliurang. Kemudian, dengan menggunakan mobil jip terbuka menuju ke bunker Merapi di Dusun Kaliadem, Kepuharjo, Cangkringan.
"Sampai di bunker Kaliadem, kemudian mendirikan tenda untuk bermalam. Memasak makanan, sambil menikmati pemandangan lereng Merapi dan Kota Yogyakarta dari ketinggian, hingga menikmati sensasi matahari terbit dari lereng Merapi," katanya.
Ia mengatakan, kemudian paginya, setelah menikmati "sunrise", wisatawan juga bisa mencicipi makanan dan minuman khas lereng Merapi seperti Kopi Petung, wedang jahe Merapi, dan makanan ringan khas Merapi lainnya.
"Setelah itu baru kemudian turun kembali ke tempat pemberangkatan. Dari mulai makanan yang dibakar maupun tenda, sudah disiapkan," katanya.
Sedangkan Robert Situmorang, pengelola dari komunitas "Jeep MGM Adventure", mengatakan layanan wisata malam ini minimal memakai tiga Jeep. Harganya pun berbeda jauh, karena perlu persiapan yang memadai.
"Satu Jeep, sewanya Rp2 juta. Jadi kalau tiga mobil Jeep, minimal yang ikut itu 12 orang. Itu pun kami masih menyediakan satu Jeep tambahan untuk cadangan," katanya.
Ia mengatakan, jika tak memenuhi syarat itu, pihaknya lebih memilih untuk menolak pesanan. Lebih baik menolak pesanan. Memang biaya untuk wisata malam Lava Tour lebih mahal. Kalau sewa Jeep saat siang, tarifnya dari Rp350 ribu sampai Rp550 ribu rupiah," katanya.
Bailk Dwi Antoro maupun Robert Situmorang mengakui mahalnya biaya operasional wisata malam "Lava Tour Merapi" ini membuat minimnya minat wisatawan. Dalam satu bulan belum tentu ada satu rombongan wisatawan yang berminat untuk menyewa.
(U.V001)
