
222 hewan kurban Bantul terinfeksi cacing hati

Bantul (Antara Jogja) - Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menemukan sebanyak 222 hewan kurban yang disembelih pada Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah di daerah itu, terinfeksi cacing hati.
Pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul, Pulung Haryadi di Bantul, Selasa, mengatakan hewan kurban yang terserang cacing hati itu meliputi sapi sebanyak 193 ekor, domba 12 ekor dan kambing 17 ekor.
Menurut dia, hewan kurban yang terserang cacing hati atau "fasciola hepatica" itu karena pakan ternak yang tidak bersih, yang mana pencuciannya dilakukan di sungai atau saluran irigasi yang menjadi sarang cacing.
"Terkena cacing hati karena ransum (pakan) hewan yang dicuci di sungai dan saluran irigasi yang jadi sarang cacing, padahal seharusnya rumput untuk pakan ternak dicuci di rumah," katanya.
Ia mengatakan temuan cacing hati pada hewan kurban tersebut merata di seluruh wilayah Bantul. Kasus cacing hati ditemukan 150 petugas pemantau hewan kurban yang diterjunkan ke lapangan saat proses penyembelihan pada Senin (12/9).
"Petugas juga sudah menyarankan bagian hati hewan kurban yang terkena cacing hati untuk dipisahkan dari daging, dan harus segera dimusnahkan atau dikubur," katanya.
Pulung mengatakan, meski ratusan hewan kurban di Bantul ditemukan mengandung cacing hati, namun diakui belum semua data masuk, karena masih ada sebagian petugas yang mengumpulkan data terutama dari lokasi penyembelihan yang belum terpantau.
Adapun jumlah hewan kurban yang disembelih di 17 kecamatan se-Bantul pada Senin (12/9) untuk sapi berjumlah 4.563 ekor, kambing berjumlah 4.495 ekor kemudian domba berjumlah 6.227 ekor.
Sementara itu, menurut dia, jumlah titik yang dipantau petugas kesehatan hewan kurban pada Idul Adha 1437 Hijriah mencapai 1.845 lokasi, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebanyak 1.711 lokasi.
"Memang kemarin (sebelum disembelih) seluruh hewan kurban dinyatakan sehat seratus persen karena baru pemeriksaan dari luar dan belum sampai di bagian dalam," katanya.
KR-HRI
Pewarta : Heri Sidik
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
