Logo Header Antaranews Jogja

Nelayan Gunung Kidul tidak melaut

Minggu, 30 Oktober 2016 22:13 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto ANTARA)

Gunung Kidul (Antara Jogja) - Nelayan di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak melaut karena gelombang tinggi mencapai 3 sampai 3,5 meter sejak beberapa hari terakhir.

Sekretaris SAR Satlinmas Korwil II Pantai Baron Surisdiyanto di Gunung Kidul, Minggu, mengungkapkan ketinggian gelombang sejak pagi mencapai 3-3,5 meter, sehingga sebagian besar nelayan di kawasan pantai selatan memilih libur melaut.

"Hanya satu hingga tiga kapal saja yang berani mencari ikan. Sejak pagi gelomban cukup tinggi, kapal nelayan yang semula turun melaut juga akhirnya kembali ke daratan," kata Surisdiyanto.

Ia mengatakan tim SAR terus meningkatkan pengawasan berkait dengan perubahan gelombang laut. SAR Pantai Baron mengerahkan 55 orang petugas SaR Satlinmas.

"Kami meningkatkan pengamanan dan pemantauan perubahan gelombang laut," ucapnya.

Menurut dia, kondisi gelombang laut yang mengalami kenaikan. Nelayan juga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan berkait perubahan gelombang laut.

"Selain memantau perubahan gelombang laut, kami juga memberikan imbauan kepada pengunjung atau wisatawan agar lebih berhati-hati," katanya.

Imbauan dilakukan secara langsung maupun pengeras suara. "Wisatawan diharapkan juga berhati-hati, mencegah terjadinya kecelakaan laut," imbaunya.

Koordinator Operasional Pos Klimatologi BMKG Yogyakarta Joko Budiono mengungkapkan pantauan atmosfer terkini, untuk wilayah DIY dalam satu minggu ke depan berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

"Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan maupun pohon tumbang," katanya.

Selain itu, lanjut Joko wilayah pesisir diimbau untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi dengan ketinggian antara 2,5 - 4,0 meter.

(U.KR-STR)



Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026