
Bantul persiapkan semua SMP UN berbasis komputer

Bantul, (Antara Jogja) - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mempersiapkan semua sekolah menengah pertama sederajat di daerah ini menyelenggarakan Ujian Nasional berbasis komputer pada tahun ajaran 2017.
"Kami sudah mengadakan pertemuan dengan seluruh sekolah dan madrasah di Bantul. Dan mereka menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan UN berbasis komputer," kata Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bantul Totok Sudarto di Bantul, Senin.
Menurut dia, berdasarkan data yang terdata di Dikpora Bantul, di Bantul terdapat 115 SMP/MTs, yang terdiri 60 sekolah negeri dan 55 sekolah swasta, namun dari semua sekolah itu yang mengikuti UN pada tahun ajaran 2017 sebanyak 111 sekolah.
"Empat sekolah lainnya belum dapat melaksanakan UN, karena keempat sekolah tersebut merupakan sekolah baru yang belum memiliki siswa kelas tiga," katanya.
Totok mengatakan, terkait teknis pelaksanaan UN berbasis komputer atau computer based test (CBT) bagi siswa SMP/MTs, selain mengoptimalkan sarana komputer sekolah lainnya di SMA sederajat, juga mengoptimalkan tempat ujian dari Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Sedangkan untuk kesiapan infrastruktur sarana komputer di sekolah, kata Totok, sampai saat ini sudah 30 persen, sehingga untuk memenuhi seratus persen hingga pelaksanaan UN Mei mendatang dilakukan sinkronisasi energi dengan pemberdayaan sekolah sekitar.
Ia mengatakan pelaksanaan UN CBT rencananya akan dibagi dalam tiga shift yakni pagi, siang dan sore. Sedangkan jaringan, ketika UN berlangsung dari Dikpora akan selalu berkoordinasi dengan pusat dan pihak `provider` untuk kelancaran dan kecepatan jaringan.
"Cara kerja jaringan saat UN CBT berlangsung yakni pasca-online maka jaringan akan masuk ke server. Kemudian dari server akan masuk ke komputer siswa peserta UN CBT," katanya.
Totok mengatakan, total peserta UN bagi siswa SMP dan MTs sampai saat ini terdaftar sebanyak 12.626 siswa yang terdiri sebanyak 6.415 siswa laki-laki dan 6.211 siswa perempuan.
"Namun data peserta ini masih dimungkinkan mengalami penambahan maupun pengurangan, karena ada kaitannya dengan siswa mutasi, pindah sekolah dan faktor lain," katanya.***4***
(KR-HRI)
Pewarta : Heri Sidik
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
