PBNU: KH Hasyim sosok luwes dalam pergaulan

id hasyim muzadi

PBNU: KH Hasyim sosok luwes dalam pergaulan

KH Hasyim Muzadi memberi tausiyah saat peringatan Harlah Muslimat NU ke-67. DOK ( FOTO ANTARA/Syaiful Arif/ss/ama/13)

Jakarta (Antara) - Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Masdar Faried Mas'udi berpendapat sosok KH Hasyim Muzadi dikenal sebagai ulama yang sangat luwes dalam pergaulan.

"Almarhum adalah kiai yang sangat luwes dalam bergaul. Ia juga luwes dalam menyikapi berbagai hal," ujar KH Masdar Faried Mas'udi di Jakarta,  Kamis.

Ia mengatakan dalam situasi genting pun, anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu masih bisa menguasai emosinya.

"Ngobrol santai maupun diskusi persoalan genting pun almarhum masih bisa menguasai keadaaan dan mengeluarkan candaannya yang segar," kata dia.

Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia itu mengenang KH Hasyim Muzadi sebagai pemimpin sekaligus manager yang luwes terhadap semua orang dari strata yang berbeda-beda.

"Almarhum juga seorang social enterpreneur. Ia membangun dan mengasuh pesantren mahasiswa di Malang dan Depok. Kedua pesantren itu berjalan dan berkembang sangat baik," kata dia.

Ia mengatakan keluarga besar NU khususnya dan umat Islam Nusantara sangat kehilangan dengan kepergiannya.

"Kita hanya bisa bedoa semoga dengan penuh harapan bahwa almarhum diterima oleh Allah SWT dalam surga dengan ridho dan rahmat-Nya. Aaamiiin," kata dia.

Sebelumnya, Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. A. Hasyim Muzadi wafat pada Kamis pagi pukul 06.15 WIB.

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Kullu nafsin dzaiqotul maut. Lahu ma akhodz wa lahu ma a'tho. Telah meninggal dunia KH Ahmad Hasyim Muzadi, ghafarallahu lahu, pada pagi ini, hari kamis, 16 maret 2017 pada pukul 6.15 WIB," ujar putra bungsu KH. Hasyim Muzadi, Yusron Sidqi atau biasa disapa Gus Yusron ketika dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Jenazah insyaallah akan diberangkatkan ke Pesantren Al- Hikam Depok dari Malang setelah shalat dzuhur hari ini, dan akan dishalatkan di Masjid Al -Hikam setibanya di pesantren.***4***(A063)
Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar