
Sleman upayakan aksi prefentif antisipasi potensi konflik

Sleman (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengupayakan perencanaan aksi bersifat preventif dalam mengantisipasi potensi terjadinya konflik di wilayah Sleman melalui kegiatan Penyusunan Rencana Aksi Penangana Perubahan Sosial Dan Potensi konflik, Kamis.
Kegiatan yang merupakan kerja sama Pemkab Sleman dengan program Provinsi DIY ini melibatkan 17 kecamatan yang terdapat di Wilayah Kabupaten Sleman.
"Wilayah Sleman sendiri secara georgrafis memiliki sumber-sumber potensi konfilk," kata kata Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kabupaten Sleman Setiharno.
Menurut dia, rencana aksi yang dibuat bersifat preventif, bersifat mengantisipasi.
"Kalau kita melihat potensi konflik di Sleman ini latar belakangnya memang beragam karena dipengaruhi juga oleh pluralitas masyarakat kemudian dinamika kepentingan masyarakat," katanya.
Ia mengatakan, dalam kegiatan tersebut, setiap kecamatan sebelumnya telah mencatat data terkait potensi konflik yang dapat terjadi di wilayahnya masing-masing sehingga dapat menjadi acuan dalam merencanakan suatu perencanaan aksi preventif bagi masing-masing kecamatan.
"Adapun beberapa dimensi yang dapat menjadi faktor terjadinya konflik di masing-masing kecamatan yaitu, politik, budaya, agama, pemerintahan, ekonomi dan perubahan sosial lainnya," katanya.
Ia mengatakan, pihaknya memfokuskan kepada perencanaan aksi terhadap potensi konfliknya, bukan kepada konliknya.
"Prosesnya nanti dari permasalahan yang telah diketahui setiap kecamatan, dibuatlah kajian. Masalah yang ada, sudah ditangani apa belum oleh kecamatan. Kalau sudah, nanti dlihat penanganannya seperti apa, siapa saja yang terlibat di dalamnya. Dan kemudian bagi yang belum ditangani, dibuatlah suatu rencana dalam bentuk aksi untuk mengatasi masalah yang ada," katanya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Sumadi mengatakan bahwa Pemkab Sleman terus berupaya untuk menindaklanjuti setiap potensi konflik yang terjadi di wilayah Sleman.
"Kami juga terus berkoordinasi dengan banyak pihak dalam hal tersebut (penanganan potensi konflik) seperti menggalakan kembali ronda malam di masing-masing wilayah karena saat ini sering terjadi perilaku-perilaku yang bersifat provokatif yang dapat memicu sebuah konflik," katanya.
(U.V001) 22-02-2018 15:41:27
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
